Bukit Jempol Lahat Bukit Terunik di Dunia

Tampak anak-anak sangat menikmati menaiki gajah.

Dalam perjalanan menuju Bukit Jempol kita akan disuguhkan pemandangan indah Bukit Barisan dengan puncak tertingginya Bukit Jempol dan perkebunan karet di tepi jalan serta pertambangan batubara. Beberapa titik tambang batubara telah selesai ditambang dan telah ditimbun kembali lubang galian tambang, akan tetapi tanaman besar belum terlihat dan beberapa titik masih terlihat lubang hitam mengganga dengan aktifitas pertambangan.

Sangat terasa perbedaan suasana dan suhu udara sebelum dan sesudah adanya pertambangan. Perbedaan yang sangat jelas adalah kurangnya tanaman dan panasnya udara. Inilah dampak negative dari sebuah pertambangan.

Sesampai di kaki Bukit Jempol atau Bukit Telunjuk atau Bukit Serelo kita akan memasuki gerbang bercat hijau dengan tulisan Selamat Datang di HSA PLG Bukit Serelo Lahat. Setelah melewati pintu gerbang, ada sebuah rumah atau kantor penjaga wilayah ini dan siapapun yang masuk wilayah ini harus lapor. HSA adalah singkatan dari Hutan Suaka Alam dan PLG merupakan singkatan dari Pusat Latihan Gajah.

Jadi wilayah ini merupakan Hutan Suaka Alam untuk perlindungan terhadap fauna dan flora yang ada di wilayah ini termasuk gajah Sumatera.

Baca Juga :   Pangdam Resmi Lantik 187 Prajurit Bintara Baru

Di HSA PLG Bukit Serelo Lahat terdapat beberapa fauna selain gajah seperti; monyet ekor panjang, beruang madu, kancil, kijang, babi, rusa, dan ayam hutan.

Saat ini di Indonesia hanya ada 7 PLG dan semuanya berada di pulau Sumatera yaitu; di PLG Lhokseumawe – Aceh, PLG Sumatera Utara, PLG Minas Kab.Siak – Riau, PLG Seblat Kabupaten Bengkulu Utara – Bengkulu, PLG Padang Sugihan Kab.Banyuasin, Sumatera Selatan, PLG Bukit Serelo Lahat – Sumatera Selatan dan PLG Way Kambas – Lampung.

PLG Bukit Serelo pada awalnya berstatus Areal Penggunaan Lain (APL) seluas ± 100 ha dan berhimpitan dengan hutan lindung seluas ± 100 ha. Pada tahun 1992, berdasarkan Keputusan Menteri Kehutanan Nomor. SK. 953/Kpts-II/1992 tanggal 3 Oktober 1992 sebagian kawasan hutan yang termasuk dalam APL ditunjuk sebagai kawasan hutan dan menggabungkan dengan hutan lindung.

Tahun 1993/1994 dilakukan tata batas definitif dengan luas menjadi 210 ha. Kemudian pada tahun 2001, sesuai SK Menteri Kehutanan Nomor SK. 76/Kpts-II/2001 tanggal 15 Maret 2001 Pusat Latihan Gajah ditunjuk menjadi Taman Wisata Alam dengan luas 210 ha. Pada tahun 2009 terbit SK Menteri Kehutanan Nomor. SK 739/Menhut-II/2009 tanggal 19 Oktober 2009 menetapkan kawasan tersebut sebagai Hutan Suaka Alam Pusat Latihan Gajah Kelompok Hutan Isau-Isau.

Baca Juga :   Banjarmasin Belum Buka Lokasi Pariwisata Meski Kasus COVID-19 Menurun

Hingga saat ini kawasan ini sebagai habitat gajah dan mempunyai potensi ekowisata yang menarik untuk dikembangkan serta didukung dengan panorama alam yang menarik di bawah Bukit Jempol/Telunjuk sebagai ikon wisata Kabupaten Lahat.

Di masa liburan sekolah sangat banyak orang yang datang ke Bukit Serelo untuk mendaki hingga puncak bukit yang sangat unik ini. Akan tetapi, sekarang banyak anak muda yang menikmati keindahan Bukit Jempol dari atas Bukit Besak yang berada di sebelah Barat Bukit Jempol.

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Publisher : Apriandi

Avatar

Lihat Juga

Menunggu Transparansi Dana Covid-19 Kabupaten Lahat

PENGELOLAAN dana Covid-19 yang selama ini sudah berjalan, dirasa masih belum memberikan informasi secara terbuka …