Bunuh Anak, Bapak Dipenjara 15 Tahun

Manaf (tengah) usai disidang di PN Kayuagung. (foto-maniso/koransn.com)

Kayuagung, KoranSN

Majelis Hakim Pengadilan Negeri Kayuagung menjatuhi hukuman 15 tahun penjara terhadap terdakwa Manaf (30), warga Desa Cahaya Bumi Kecamatan Lempuing Kabupaten OKI karena terbukti bersalah melakukan tindak pembunuhan terhadap anak kandungnya sendiri.

Vonis tersebut dibacakan oleh majelis hakim yang diketuai oleh Aline SH dengan anggota Umi Kusuma SH dan Lina Sapitri SH, kemarin (2/3/2017) di Pengadilan Negeri Kayuagung. Vonis tersebut lebih berat dari tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) Solahuddin SH yakni hukuman 13 tahun penjara.

“Karena yang dibunuh anak sendiri dan tanpa ada penyesalan dari terdakwa,” ungkap hakim ketua mengungkapkan yang memberatkan hukuman tersangka. Sementara terdakwa usai persidangan mengaku menerima putusan tersebut. Dirinya tampak menunduk saat persidangan dan mengaku menyesal. “Saya pasrah,”ungkapnya.

Terdakwa sendiri sebelumnya dijerat pasal 80 ayat (4) UU RI no 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. Dalam dakwaan dijelaskan bahwa kejadian yang dilakukan Manaf pada 17 September 2016 sekira pukul 20.00 WIB di rumah terdakwa. Terdakwa melakukan tindak pidana kekejaman, kekerasan atau ancaman kekerasan atau penganiayaan terhadap anaknya yang mengakibatkan kematian.

Baca Juga :   2 Pengedar dan Kurir Narkoba di Lahat Ditangkap

Bermula dari terdakwa yang berada di rumah tetangga, kemudian diberitahukan bahwa anaknya bernama Rendi Pratama (3) telah buang air besar dalam celana. Mendengar itu, terdakwa langsung pulang ke rumah. Sesampainya terdakwa melihat Rendi berdiri sendiri di dapur sambil menangis tanpa menggunakan celana dan pakaian. Sedangkan istrinya bernama Pranti sedang mencuci celana sambil berkata kasar.

Melihat dan mendengar itu terdakwa marah dan kesal, lalu mencubit korban secara berulang-ulang dengan tangan. Memukul-mukul pantat pakai tangan, barulah mengambil kayu dan memukulkan ke korban pada bagian kaki secara berulang ulang.

“Korban itu anak dari istri pertama aku. Terus aku kawin lagi dan kami belum dikaruniai anak. Korban tinggal sama aku dan istri kedua aku,”ucap terdakwa. Istri terdakwa yang melihat kejadian itu sempat menggendongnya. Tetapi terdakwa juga memukul korban mengenai wajah dan bibir secara berulang- ulang. Sehingga bibir korban mengeluarkan darah dan menangis karena sakit. Barulah terdakwa berhenti memukul.

Baca Juga :   1,3 Kg Sabu Gagal Beredar di Banyuasin

Keesokkannya istri korban membawa korban ke dokter Wika di desa mereka.  Lantaran korban mengalami luka yang berat, sehingga merujuk ke RSUD Kayuagung dan meninggal dunia di Kayuagung.(iso)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

KPK Dalami Pembelian “Wine” Oleh Edhy Prabowo dari Suap Ekspor Benur

Jakarta, KoranSN Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengonfirmasi saksi karyawan swasta Ery Cahyaningrum soal pembelian minuman …