Bupati Kholid Titip Pesan Kepada Kades Soal Dana Desa





Bupati OKU Timur, H M Kholid SSos MSi saat menghadiri Sosialisasi Pelaksanaan Kerjasama Pengawasan dan Penanganan Dana Desa di Kabupaten OKU Timur. (Foto-Humas Pemkab OKUT)

OKU Timur, KoranSN

Bupati Ogan Komering Ulu Timur (OKUT), H M Kholid SSos MSi dan Kapolres OKU Timur AKBP Erlin Tangjaya SH SIk membuka Sosialisasi Pelaksanaan Kerjasama Pengawasan dan Penanganan Dana Desa di Kabupaten OKU Timur, Jumat (22/11/2019) di aula Polres OKU Timur.

Di hadapan Kepala Desa dan Lurah se-Kabupaten OKU Timur, Kapolres OKU Timur Erlin Tangjaya mengatakan kedepan kepolisan dan kejaksaan di tuntut untuk mengawal kepala desa dalam penggunaan dana desa dengan benar.

“Saya berjanji tidak akan apa-apakan Kades, karena tugas kami mengawal dana desa, asal Kades konsisten gunakan dana desa sebaik baik mungkin,” katanya.

Kapolres mengatakan, mulai dari kemarin sejak rapat koordinasi nasional, dana desa akan di kawal, polisi dan kejaksaan akan menjadi konsultan yang konstrukrif.

“Jangan bermian dengan dana desa, jangan membangun asal asalan,” tegas Kapolres.

Baca Juga :   Setahun Memimpin Dodi Bergelimang Prestasi

Sementara itu Bupati OKU Timur H M Kholid SSos MSi mengapresiasi acara sosialisasi pengawasan dana desa ini, yang di prakarsai Dinas PMD dan Polres OKU Timur.

“Ini kegiatan yang bagus sehingga pemahaman kepala desa dapat terpenuhi terkait penggunaan dana desa, kemudian terkait pengawasan dan pengawalan penggunaan dana desa oleh institusi polri dan kejaksaan adalah keharusan,” kata Bupati.

Di hadapan kepala desa dan Babinkantibmas Polres OKU Timur, Kholid dengan tegas agar jangan ada yang main mata dengan dana desa, jika ada yang main-main tangkap dan penjarakan.

“Saya tidak mau lagi masalah – masalah terkait dana desa timbul setelah berjalan, saya minta saling mengingatkan,” katanya.

Bupati Kholid juga meminta agar Camat, Kasi PMD, Kepala Dinas untuk dampingin penggunaan dana desa.

“Saya juga minta tolong, desa desa juga siap untuk didampingi oleh babinkantibmas, pihak kecamatan, pihak dinas terkait,” tegas bupati.

Bupati kembali menegaskan, dari 305 desa yang ada di OKU Timur hanya 5 orang yang nakal dan diproses hukum.

Baca Juga :   Cik Ujang-Haryanto Bertekad Tekan Angka Kemiskinan

“Sejak tahun 2016 sampai saat ini, pemerintah telah mengucurkan dana sebesar Rp 1,3 triliun, baik dari angaran Dana Desa dan lainya. Alhamdulilah saat ini hasilnya terasa, untuk itu kedepan jangan main-main, saya minta polres memprosesnya secara hukum jika tidak benar peruntukan dana desa,” ujarnya.

Bupati menjelaskan, mulai 2020 akan ada 150 desa yang harus di PJS, karena habis masa jabatan. Sementara Pilkades akan dilakukan bulan Januari 2021, hal ini di karenakan tahun 2020 akan ada pelaksanaan Pilkada.

Selain itu juga bupati berpesan untuk semua aparat desa agar mencegah terjadinya radikalisme atau warga yang terpapar radikalisme, kemudian bersama kepala desa untuk mewujudkan visi misi Kabupaten OKU Timur dan menjaga ketertiban dan kerukunan antar masyarakat dan umat. (dan)

Publisher : Apriandi

Lihat Juga

IPA Bersih di Jejawi Siap Layani 500 Pelanggan PDAM Baru

Kayuagung, KoranSN Pemkab OKI bersama Balai Prasarana Permukiman Wilayah Sumsel Ditjen Cipta Karya kian memperluas …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.