Buronan Kasus Dugaan Korupsi Dinas Pendidikan Muratara Ditangkap di Jambi





Tersangka ‘BAK’ saat akan dibawah petugas dari Gedung Kejari Lubuklinggau menuju Lapas Kls II A Lubuklinggau. (Foto-Rifat/KoranSN)

Lubuklinggau, KoranSN

Buronan dugaan korupsi pembangunan Akademi Komunikasi Negeri (AKN) di Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) berinisial ‘BAK’ (29), Rabu (1/8/2018) ditangkap tim gabungan Kejaksaan Negeri (Kejari) Lubuklinggau, Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumsel dan Kejati Jambi.

Tersangka ‘BAK’ yang diduga telah merugikan negara senilai Rp 8.5 miliar ini, ditangkap di rumah istri keduanya di kawasan Mayang, Kecamatan Kota Baru, Kota Jambi pukul 19.30 WIB, setelah sebelumnya menjadi buronan selama enam bulan.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Lubuklinggau, Hj. Zairida melalui Kasi Pidsus, M Naimilullah, Kamis (2/8/2018) mengatakan, dalam dugaan kasus tersebut tersangka merupakan kontraktor yang mengerjakan Gedung AKN Disdik Muratara.

“Gedung tersebut tidak layak. Kaca, jendela dan pintu juga sudah tidak ada. Padahal, bangunan itu belum sampai setahun,” ujarnya.

Dijelaskan, dalam dugaan kasus tersebut pihaknya telah menetapkan dua tersangka, salah satunya yakni tersangka ‘SI’ selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) yang saat ini sedang menjalani proseh hukum. Sementara untuk tersangka ‘BAK’ tidak kooperatif hingga menjadi buronan.

“Tersangka tidak kooperatif dalam dugaan kasus tersebut, sebab saat dilakukan penyidikan dan penyelidikan, beberapa kali dipanggil untuk dimintai keterangan sebagai saksi namun tersangka selalu mangkir,” ujarnya sembari mengatakan, jika dalam dugaan kasus ini tidak menutup kemungkinan nantinya akan ada tersangka baru.

Baca Juga :   Ditodong Pistol Oknum Mengaku Polisi, Motor Warga SU I Raib

“Atas perbuatan tersebut tersangka terancam hukuman penjara 20 tahun dan denda miliran rupiah. Sebab kedua tersangka dijerat Pasal 2 ayat (1) Jo Pasal 18 ayat (1) UU No. 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU No. 29 Tahun 2001 tentang perubahan atas UU No. 31 Tahun 1999 Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP. Secara subsidair tersangka juga dijerat Pasal 3 Jo Pasal 18 ayat (1) UU No. 31 Tahun 1999 Jo UU No. 20 Tahun 2001 Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP,” tegasnya. (rif)







Publisher : Apriandi

Lihat Juga

Vendor: Kementan Berutang Rp 1,6 Miliar Usai Penuhi Permintaan SYL

Jakarta, KoranSN Salah satu vendor di Kementerian Pertanian (Kementan), PT Haka Cipta Loka dan Haka …

error: Content is protected !!