Buronan Perampok Bersenpi Baku Tembak dengan Polisi

DIAMANKAN -  Dua terangka perampokan, Limin alis Cek & Amir saat berfoto bersama dengan petugas Satreskrim yang berhasil meringkusnya.

Palembang, KoranSN
Limin alis Cek (39) dan Amir (32) buronan perampok bersenjata api (bersenpi), Selasa malam (15/3/2016) pukul 19.00 WIB terlibat baku tembak dengan anggota kepolisian Satreskrim unit Pidum Polresta Palembang saat melakukan penangkapan.
Diamankan keduanya berawal saat polisi mengamankan tersangka Amir, yang tercatat sebagai warga Jalan Bulu Tangkis Kecamatan Sukarami KM 11. Saat ditangkap, Amir tak dapat berbuat banyak, hanya terdiam dan pasrah dengan kedatangan petugas.

Kemudian polisi melakukan pengembangan hingga tersangka Limin alis Cek disergap polisi saat berada di kediaman orang tuanya, di Jalan Sriwijaya Raya Kecamatan Kertapati.Saat penangkapan Limin alis Cek inilah diwarnai aksi baku tembak antara petugas kepolisian dengan tersangka Cek. Dimana awalnya tersangka Cek yang mengetahui kehadiran petugas berusaha melarikan diri dengan menceburkan diri ke anak sungai di belakang rumah, sambil melepaskan tembakan ke arah petugas.
Petugas kepolisian yang sebelumnya sudah mengepung rumah orang tua tersangka sempat kewalahan, lantaran tersangka terus melawan. Petugaspun terpaksa menceburkan diri mengejar tersangka dan terjadilah perkelahian antaran petugas dengan tersangka di dalam air.

Hingga akhirnya, tersangka yang sudah kelelahan berhasil ditangkap dan dibawa ke Mapolresta. Tak hanya itu, atas ulahnya tersangka Cek terpaksa dilumpuhkan petugas dengan empat butir timah panas yang disarangkan di kedua kakinya.
Saat digelandang ke Mapolresta, tersangka Cek mengaku aksi perampokan tersebut terpaksa ia lakukan lantaran sudah lama tak memiliki pekerjaan.

“Kedatangan polisi yang hendak menangkap saya, sebelumnya sudah saya ketahui, itulah kenapa saya terjun ke sungai. Saya takut, karena sudah dikepung polisi, saya takut mati,” katanya sambil merintis kekasakitan di kedua kakinya.
Sementara, tersangka Amir mengaku, dirinya hanya diajak tersangka Ardian Alimuddin alisa Dian yang sebelumnya sudah diciduk polisi, Jumat silam (18/12) dan harus meregang nyawa di dalam sel akibat sakit diabetes yang dideritanya.”Saya ini ada hutang Rp 1 juta. Jadi kata almarhum Dian, kita merampok be, biar saya bisa melunasi hutang, sumpah Pak! Saya cuman diajak,” akunya.

Menurutnya, saat perampokan yang dilakukannya bersama rekannya, dialah yang meletuskan senjata api (senpi) ke arah korban. Hal itu dilakukannya lantaran dirinya takut karena massa di lokasi sudah mengetahui aksi perampokan yang mereka lakukan.Terkait kepemilikan senpi, Amir mengatakan, jika senpi tersebut milik rekannya Dian yang sudah meninggal dunia.
“Kami sebelum merampok, malamnya terlebih dulu mengatur rencana, disalah satu rumah milik informan berinisial ‘MYD’ (DPO). ‘MYD’ itu yang otak dalam perampokan, karena dia yang ngasi gambaran untuk merampok. Kalau nanti berhasil uang rampokan akan kami bagi berlima termasuk ‘MYD’, yang walaupun ‘MYD’ tak ikut merampok,” katanya.

Baca Juga :   Giliran Agen Abu Tours Palembang Dilaporkan Calon Jamaah Umroh

Sementara Kasat Reskrim Kompol Maruly Pardede mengatakan, kedua tersangka yang berhasil diamankan ini, merupakan DPO aksi perampokan yang sudah empat bulan diburu pihaknya.”Awalnya kita baik-baik melakukan penangkapan terhadap dua tersangka ini. Namun saat dilakukan penangkapan mereka hendak kabur dan terpaksa kita lumpuhkan,” tegas Maruly.
Bersama dua tersangka, lanjut Marully, pihaknya juga turut mengamankan barang bukti sepucuk senpi rakitan, satu buak sepeda motor yang diduga digunakan saat melakukan perampokan dan pakaian kedua tersangka yang dikenakan saat merampok. “Masih satu pelaku lagi yang masih kami kejar. Atas ulahnya kedua tersangka akan dikenakan Pasal 365 KHUP, yang ancaman kurungan penjara diatas 5 tahun,” tandas Kasat Reskrim. (den)





Publisher : Alwin

Lihat Juga

Mantan Sekda Palembang Diperiksa Kejati Sumsel Terkait Dugaan Korupsi Pasar Cinde Mangkrak

Palembang, KoranSN Mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Palembang, Harobin Mustofa, Selasa (3/10/2023) diperiksa Kejati Sumsel …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!