Cangkir Jadi Petunjuk Polisi Ungkap Pembunuhan Arsitek Feri



Pelaku pembunuhan arsitek Feri. (foto-net/detiknews.com)

Jakarta, KoranSN

Penemuan jasad arsitek Feri Firman Hadi (54) di rumahnya semula diduga bukan korban pembunuhan. Namun, polisi menemukan adanya kejanggalan yang mengarah bila korban dibunuh.

“Pada awalnya kami menduga, mungkin yang bersangkutan ini korban bunuh diri atau kejadian lain. Setelah olah TKP, kami menemukan beberapa kejanggalan,” kata Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Nico Afinta di Jakarta, Minggu (7/1/2018).

Dari hasil olah TKP tersebut, polisi menemukan sejumlah petunjuk. Salah satunya petunjuk tamu ‘misterius’ di rumah korban yang dikuatkan dengan adanya 3 buah cangkir.

“Kami memperkirakan sebelumnya sudah ada tamu yang datang. Kami menemukan 3 cangkir, di mana 2 cangkir berisi teh dan 1 cangkir berisi kopi,” lanjut Nico.

Selain itu, polisi juga menemukan ada 2 jenis rokok di meja di ruang tengah. “Yang satu rokok filter dan satu lagi rokok kretek,” imbuh Nico.

Polisi juga menemukan bercak darah yang menguatkan bahwa korban dibunuh. Bercak darah itu ditemukan di beberapa tempat seperti di sofa, di ruang tengah dan di meja di mana tiga cangkir itu berada.

Sebuah gunting dan tempat sampah yang tidak pada tempat yang semestinya juga menjadi kecurigaan polisi bahwa korban dibunuh. “Gunting itu digunakan pelaku untuk menggunting kopi sachet-an,” imbuhnya.

Baca Juga :   TPID Kepri Lakukan GNPIP Upaya Meningkatkan Ketahanan Pangan

Petunjuk dan hasil olah TKP itu diperdalam oleh polisi. Tim gabungan dari Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya dan Polresta Depok kemudian menyelidiki siapa tamu misterius itu.

“Kemudian dari hasil olah TKP, keterangan saksi-saksi dan alat bukti yang ada, kami ketahui bahwa pelaku adalah AM (Acep Mulyadi), usia 20 tahun, yang baru kenal korban selama dua bulan,” ucap Nico. (detik.com)







Publisher : Awid Durrohman

Lihat Juga

Kemenkumham Sumsel Lakukan Optimalisasi Sistem Pelaporan dan Pembaruan Legalitas PPNS

Jakarta, KoranSN Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sumatera Selatan melalui Divisi Keimigrasian menunjukkan komitmen …

error: Content is protected !!