Cara Membedakan Nyeri Dada Akibat Gejala Jantung Koroner

Ilustrasi Jantung. (Foto-Net)

PENYAKIT jantung iskemik, masih menjadi salah satu penyebab angka kematian tertinggi di Indonesia. Berdasarkan data Global Health Data Exchange (2017) penyakit jantung iskemik menempati peringkat ke-dua penyebab utama kematian di Indonesia setelah stroke sejak 2007-2017, dengan peningkatan sebesar 29 persen.

Hal ini juga didukung dengan data survei Indonesia Sample Registration System (2014) yang menunjukkan bahwa penyakit jantung koroner menjadi penyebab kematian tertinggi pada semua umur setelah stroke, yakni sebesar 12,9 persen. Meski demikian, pemahaman masyarakat tentang gejala dari penyakit ini masih rendah.

Menurut perwakilan dari Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiolovaskular Indonesia (PERKI), dr. Ade Median Hambari SpJP, salah satu gejala yang kerap muncul pada penderita penyakit jantung koroner ialah munculnya nyeri dada yang berat.

Baca Juga :   800 Pasien Kunjungi Puskesmas Per Hari Karena Cuaca Panas

Namun, banyak masyarakat yang menganggap bahwa nyeri dada tersebut hal yang biasa, sehingga membiarkan gejala yang muncul. Padahal dalam penyakit jantung, dikenal dengan golden periode. Artinya, semakin lama gejala itu dibiarkan maka akan semakin sulit juga kemungkinan untuk ditangani.

Lalu bagaimana beda nyeri dada biasa dan nyeri dada akibat gejala dari penyakit jantung koroner?

“Biasanya nyeri itu berlaku lebih dari 20 menit dan cenderung stabil. Kemudian bisa keringat dingin dan basah kadang mual, kadang muntah,” ungkap Ade.

Namun, ia menjelaskan bahwa ada beberapa kelompok masyarakat, terutama pada kelompok usia lanjut yang terkadang tidak memiliki gejala spesifik. Mereka kerap merasakan sakit pada ulu hati dan tiba-tiba terkena serangan jantung.

Baca Juga :   Kenali Gejala Nyeri Saraf Terjepit

“Makanya kalau lebih dari 40 tahun, kami sarankan untuk screening sebelum serangan. Kemudian ada faktor risiko enggak, serangan jantung lebih dari 60 persen perokok, kemudian hipertensi, dan juga gangguan lemak yang lama kelamaan menumpuk,” kata Ade. (viva.co.id)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Sosialisasi Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Republik Indonesia

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Studi Terbaru Ungkap Donor Plasma Kurang Efektif Obati COVID-19

Jakarta, KoranSN Sebuah studi terbaru mengungkapkan bahwa pasien COVID-19 yang menerima plasma dari pasien yang …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.