Catatan Akhir Tahun Walikota Pagaralam Alpian Maskoni, Berbagai Capain Telah Diraih Kota Pagaralam





Walikota Pagaralam Alpian Maskoni SH saat mempraktekkan cara stek kopi. (Foto-Asnadi/KoranSN)

TIDAK terasa 4,3 tahun sudah Alpian Maskoni SH berhasil memimpin Kota Pagaralam, dan masa pemerintahan Kak Pian bakal berakhir kurang lebih tinggal sembilan bulan lagi.

Menjelang akhir masa jabatannya, Kak Pian pun mengucapkan terima kasih dan juga memberikan apresiasi kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkot Pagaralam yang telah berkerja secara maksimal dalam memajukan Kota Pagaralam.

Ucapkan terima kasih pun disampaikannya kepada seluruh masyarakat Pagaralam, yang telah sangat mendukung penuh berbagai pembangunan di Pagaralam. Apalagi di tahun 2022, berbagai capaian telah diraih Pemkot Pagaralam termasuk pula adanya Kunjungan Kerja (Kunker) Presiden Republik Indonesia (RI), H Joko Widodo.

Baca Juga :   Cik Ujang Terus Majukan Perkembangan Ekonomi Kerakyatan Kabupaten Lahat

“Tahun 2022 merupakan tahun yang sangat luar biasa bagi saya, sebab diawal tahun kita dikunjungi Presiden RI Joko Widodo. Kemudian sejumlah Menteri RI juga berdatangan ke Kota Pagaralam, serta penghargaan-penghargaan yang luar biasa diraih Pemkot Pagaralam. Tentunya ini merupakan upaya kita bersama dalam membangun dan memperkenalkan Kota Pagaralam ke tingkat Nasional, bahkan Internasional,” ungkap Kak Pian seraya menyebut khususnya di empat tahun dirinya menjabat sebagai Walikota Pagaralam, merasa di tahun 2022 sangat luar biasa dan istimewa sekali.

Lantas, memasuki sembilan bulan sisa masa jabatan Walikota Pagaralam ini yang akan habis pada tanggal 18 September 2023, kata Kak Pian, jika fokus utama yang akan dilakukan yakni tetap fokus pada bidang pertanian dan pariwisata.

Baca Juga :   Produksi Beras Banyuasin Tetap Surplus Hingga Akhir Tahun

“Kedua-duanya ini menjadi fokus utama semua, untuk pertanian disamping kita tetap dengan stek kopi atau sambung pucuk, kita juga terus mensosialisasikan dan mempromosikan pohon naungan atau pembayang, karena selama ini pembayang kita adalah pohon juar dan juga petai. Dan menurut kami, itu tidak memiliki nilai ekonomis makanya kita mengajak seluruh masyarakat untuk memulai mengubah pohon naungan itu, yang memiliki nilai ekonomis, seperti alpukat,” jelasnya. HALAMAN SELANJUTNYA>>





Publisher : Apriandi

Lihat Juga

Resmi Dilantik Wakil Bupati Muara Enim, Ahmad Usmarwi Kaffah Jabat Plt Bupati Muara Enim

GUBERNUR Sumatera Selatan, H Herman Deru secara resmi mengambil sumpah janji dan melantik Wakil Bupati …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!