Cegah Penjualan Takjil Mengandung Zat Berbahaya







Sekda H M Kowi Sos , MM saat cek pasar bedug terkait takjil. (foto-andi fatra/koransn.com)

Prabumulih, KoranSN

Selama Ramadhan, penjualan takjil di sejumlah lokasi Pasar Beduk di kota Prabumulih menjadi perhatian serius Dinas Kesehatan (Dinkes). Pihaknya berupaya agar takjil yang dijual pedagang mengandung zat berbahaya yang dapat mebahayakan kesehatan.

Kadinkes Prabumulih, dr Hj Rusmini, M.Kes melalui Brahyadi menerangkan, kalau penjualan takjil tersebut akan rutin menjadi pantuannya. Khususnya mie, tahu, dan lainnya rawan mengandung zat berbahaya yang membahayakan tubuh bagi yang mengkonsumsinya.

“Takjil di Pasar Beduk Pemkot ini sudah kita cek, semuanya aman dari zat berbahaya. Pantuan takjil tersebut, akan terus kita lanjutkan ke sejumlah Pasar Beduk yang banyak bermunculan di bulan ramadhan ini,” jelasnya.

Baca Juga :   Program Sembilang Smart City Mulai Digagas

Dikatakannya, pengecekan takjil dilakukan secara acak. “Selama puasa ini, setidaknya ada 4 kali pengecekan takjil kita lakukan. Untuk memastikan, kalau takjil yang dijual aman dikonsumsi oleh masyarakat,” tandasnya.

Kata dia, pedagang takjil juga diimbau untuk menjual takjil tidak mengandung zat tambahan berbahaya. Sehingga, membahayakan para konsumen nanti nya

“Apalagi, sudah jelas zat tambahan tersebut bukan diperuntukkan untuk bahan makanan. Pembinaan juga telah kita lakukan, untuk menekan dan meminimalisir penggunaan zat tambahan pada makanan,” tukasnya. (and)

Publisher : Awid Durrohman

Lihat Juga

Polres Muara Enim Gelar Pertandingan Gaplek Meriahkan HUT Bhayangkara ke-78

Muara Enim, KoranSN Dalam rangka memperingati HUT Bhayangkara ke-78, Polres Muara Enim menggelar pertandingan gaplek …

error: Content is protected !!