Cegah Perdagangan Orang, Wagub Sosialisasi Hingga Ke PALI

DISAMBUT – Wagub Ishak Mekki ketika disambut dengan Tari Serepat Serasan. (foto-anasrul/koransn.com)

PALI, koranSN

Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan Tindak Pidana Perdagangan Orang (GT-PPTPPO) provinsi Sumatera Selatan bekerjasama dengan Dinas Pengendalian Penduduk dan Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak (BP2KBP3A) Kabupaten PALI menggelar sosialisasi pencegahan tindak pidana perdagangan orang, Rabu (12/4/2017) bertempat di Gedung Pesos Komplek Pertamina Pendopo.

Sosialisasi tersebut dihadiri langsung ketua GT-PPTPPO provinsi Sumatera Selatan H.Ishak Mekki, Bupati PALI Heri Amalido, Wakil Ketua I DPRD PALI Devi Heryanto, kepala kejaksaan Negeri PALI Yunita Ariffin, Sekda PALI Robby Kurniawan, kepala DPPKBPPPA PALI Dra Yenni Apriani dan sejumlah kepala OPD di lingkungan Pemkab PALI serta ratusan undangan lainnya.

Kedatangan H.Ishak Mekki yang saat ini juga menjabat sebagai wakil Gubernur Sumsel disambut tari Serepat Serasan dari sanggar tari binaan ketua TP PKK Kabupaten PALI Hj Sri Kustina.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPP-PA) Hj Susna Sudarti menyampaikan laporannya, dimana peserta sosialisasi berjumlah 500 orang.

“Ada 500 orang peserta yang terdiri dari anggota GT-PPTPPO, kepala OPD Kabupaten PALI, kepala desa se-kabupaten PALI dan sejumlah pelajar dari beberapa sekolah yang ada di kabupaten PALI. Tujuan diadakan kegiatan ini adalah memberikan pemahaman dan mencegah adanya perdagangan orang,” bebernya.

Baca Juga :   Pilkada OKU Selatan: Elektabilitas Popo Ali-Sholehien Capai 93,6 Persen

Sementara itu, Bupati PALI Ir H Heri Amalindo MM menyampaikan pesannya kepada seluruh peserta sosialisasi, bahwa di dunia ini seluruh warga boleh berjualan apa saja, tetapi ada dua yang dilarang, yakni berjualan manusia dan Narkoba.

“Perdagangan orang merupakan bentuk perbudakan modern, berlangsung secara sistematis di negeri ini. Untuk itu pemerintah harus menutup ruang gerak terciptanya perdagangan orang. Boleh berdagang apa saja, tapi jangan jual manusia dan Narkoba. Sebab sesama manusia harus saling melindungi, saling tolong menolong dan saling bantu,” pesannya.

Ditempat sama, H.Ishak Mekki mengatakan bahwa kasus perdagangan orang di Sumatera Selatan masih saja terjadi, tetapi saat ini sudah menurun. Dengan adanya sosialisasi ini, Ishak Mekki berharap agar peserta bisa menyampaikan pengetahuan yang nantinya disampaikan narasumber, kepada seluruh masyarakat kabupaten PALI lainnya, agar mewaspadai adanya kasus perdagangan orang.

“Berbicara masalah perdagangan orang, korbannya selalu anak dan perempuan. Tentu hal ini harus dicegah, jangan sampai terulang bahkan tambah marak. Kasus ini terus kita tekan hingga saat ini bisa menurun, tetapi mungkin ada yang tidak melapor karena malu atau dinilai aib. Oleh sebab itu, kita harus sosialisasikan, agar seluruh warga paham akan bahayanya dan berani melaporkan apabila dilingkungannya ada kasus seperti itu,” harapnya.

Baca Juga :   Bawaslu PALI: Masyarakat Berhak Melaporkan Jika Terjadi Pelanggaran Pilkada

Diakui Ishak Mekki, bahwa sampai saat ini di Kabupaten PALI belum terjadi kasus perdagangan orang.

“Meski belum pernah terjadi, tetapi harus diwaspadai. Sebab pelakunya selalu tidak melihat siapa korbannya dan tidak segan-segan serta tidak milih-milih. Dan biasanya pelakunya orang dekat dari korban, dan korbannya rata-rata di daerah yang kondisi ekonominya rendah. Jangan terbuai iming-iming yang tidak masuk akal, jangan mudah percaya dan tetap waspada serta laporkan ke kami apabila ada kasus perdagangan orang,” pungkasnya. (ans)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

BPOM Palembang Sampaikan Tiga Program ke Bupati OKUT

Martapura, KoranSN Kepala Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Palembang dan jajaran, melakukan audiensi ke …