Cegah Pungli, Polda Sumsel Launching SIAPO dan SIMMADE

MERESMIKAN- Kapolda Sumsel, Irjen Pol Djoko Prastowo saat meresmikan aplikasi SIAPO dan SIMMADE di Mapolda Sumsel. (foto-dedy/koransn.com)
MERESMIKAN – Kapolda Sumsel, Irjen Pol Djoko Prastowo saat meresmikan aplikasi SIAPO dan SIMMADE di Mapolda Sumsel. (foto-dedy/koransn.com)

Palembang, KoranSN

Untuk mencegah pungutan liar (Pungli) saat warga membayar pajak kendaraan, Selasa (22/11/2016) Polda Sumsel melalui Direktorat Lalu Lintas melaunching aplikasi SIAPO (Sistem Informasi Administrasi Pajak Online) dan SIMMADE (SIM Masuk Desa).

Kapolda Sumsel, Irjen Pol Djoko Prastowo mengatakan, dengan dilaunchingnya aplikasi SIAPO dan SIMMADE maka masyarakat Sumsel dapat memasang kedua aplikasi tersebut di handphone (DP) jenis android melalui geogle play store.

“Aplikasi ini kita launching untuk mencegah terjadinya pungli saat warga masyarakat membayar pajak dan juga saat pembuatan SIM. Sebab, masyarakat hanya cukup membuka aplikasinya mengikuti petunjuknya. Kemudian, saat membayar pajak kendaraan dan membayar pembuatan SIM, masyarakat menyetorkan uangnya ke bank atau ATM diamanapun berada. Jadi tidak ada tatap muka sehingga mencegah terjadinya pungli dan KKN (Korupsi, Kolusi dan Nepotisme),” Kata Kapolda usai acara launching SIAPO dan SIMMADE di Mapolda Sumsel.

Dijelaskan Kapolda, aplikasi SIAPO dan SIMMADE merupakan aplikasi yang berbeda. Dimana untuk aplikasi SIAPO dipergunakan saat masyarakat akan membayar pajak serta untuk mengecek nomor registrasi kendaraan.

“Sedangkan untuk SIMMADE yakni, pelayanan pembuatan SIM di pedesaan. Petugas akan datang ke daerah-daerah membawa perlatan untuk melakukan ujian atau tes kendaran serta tes kesehatan. Namun, untuk SIMMADE ini, dilakukan setelah adanya permintaan pembuatan SIM minimal 20 warga di satu daerah,” jelas Kapolda.

Baca Juga :   Kejagung Tangkap Buronan ke-90 Tersangka Kasus Korupsi di Sumut

Dilanjutkan Kapolda, dilauncingnya kedua aplikasi tersebut merupakan bentuk pelayanan prima untuk masyarakat Sumsel agar kedepan masyarakat lebih sadar dan patuh dalam membayar pajak. Hal ini mengingat, dari 3 juta kendaraan yang ada di Sumsel baru 50 persen kendaraan yang membayar pajak.

“Dari itulah kita harap kedepan masyarakat dapat lebih patuh dalam mebayar pajak, karena uang pajak dipergunakan untuk kemajuan pembangunan didaerah kita ini. Sedangkan untuk dua aplikasi SIAPO dan SIMMADE telah kita paparkan di Mabes Polri, sehingga kedua aplikasi tersebut akan menjadi program nasional,” tutup Kapolda.

Sementara Dirlantas Polda Sumsel, Kombes Pol Tomex Kurniawan mengungkapkan, dalam aplikasi SIAPO selain bisa digunakan untuk membayar pajak kendaraan roda dua maupun roda empat. Di aplikasi SIAPO juga dapat membantu masyarakat untuk mengecek nomor registrasi kendaraan seperti nomor rangka dan nomor mesin kendaraan.

“Sedangkan untuk nama dan alamat pemilik kendaraan memang tidak ditampilkan, karena hal tersebut merupakan privasi si pemilik kendaraan,” katanya.

Diungkapkannya, penggunaan aplikasi SIAPO ini sangatlah mudah karena masyarakat hanya cukup memasang di HP kemudian memasukan nomor kendaraan (BG) saat memulai aplikasi SIAPO.

“Setelah nomor kendaraan dimasukan maka akan tampil jenis kendaraan, nomor rangka dan nomor mesin kendaraan, serta nominal pajak kendaraan yang dibayarkan. Lalu di bagian bawahnya terdapat petunjuk untuk membayar pajak melalui online. Setelah diikuti, maka aplikasi SIAPO meminta untuk mengisikan nomor NIK KTP. Usai NIK KTP diisi, timbul petujuk untuk bayar ke bank atau ATM. Jika hendak membayar melalui ATM klik pilihan ATM, kemudian kita akan diberikan nomor id,” paparnya.

Baca Juga :   Selain Sabu Palembang Juga Target Peredaran Ganja Asal Aceh

Masih dikatakannya, setelah nomor id didapatkan, selanjutnya masyarakat dapat menuju ke ATM Bank Sumsel Babel untuk melakukan transaksi. Dalam transaksi tersebut, masyarakat memilih layanan lainnya dan pilih menu pembayaran pajak kendaraan.

“Setelah itu, kita diminta memasukan nomor id yang didapat dari aplikasi SIAPO. Lalu nomor id dimasukan, barulah lakukan transaksi. Seusai melakukan transaksi selanjutnya masyarakat cukup membawa struk bukti pembayaran dari ATM untuk mengambil notice pajak kendaraan di Kantor Samsat,” jelasnya.

Sedangkan untuk aplikasi SIMMADE, lanjutnya, petugas akan datang ke satu daerah setelah adanya permintaan pembuatan SIM dengan jumlah minimal 20 orang.

“Untuk SIMMADE ini, pembayarannya juga dilakukan di bank. Jadi melalui aplikasi ini, dapat mencegah penyimpangan aturan yang dapat dilakukan oknum petugas,” pungkasnya. (ded)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Sosialisasi Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Republik Indonesia

Publisher : Decky Canser

Avatar

Lihat Juga

Wali Kota Cimahi Diduga Terima Suap Rp 1,6 Miliar

Jakarta, KoranSN Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menduga Wali Kota Cimahi, Ajay Muhammad Priatna (AJM) telah …