Cemburu Berujung Maut, Ismail Tewas dengan Luka Bacokan







Tersangka Angga (tengah) saat diamankan di Polsek IB II Palembang. (foto-dedy/koransn.com)

Palembang, KoranSN

Pihak kepolisian Polsek IB II Palembang, Rabu (21/11/2018) meringkus tersangka Erlangga Pradika alias Angga (25), yang merupakan pelaku pembunuhan korban Muhamad Ismail alias Angok yang kejadiannya terjadi 7 November 2018 lalu pukul 10.30 WIB di Jalan Depaten Lama 28 Ilir IB II Palembang.

Dalam gelar ungkap kasus di Mapolsek IB II, Kamis (22/11/2018) terungkap jika tewasnya korban terjadi karena korban Ismail cemburu saat melihat istrinya dibonceng oleh tersangka Angga yang saat itu istri korban meminta diantarkan ke salah satu mall di kawasan Jalan MP Mangku Negara Palembang.

Kapolsek IB II Palembang, Kompol Agus Hairuddin didampingi Kanit Reskrim Ipda Hermansyah mengatakan, dikarenakan korban Ismail terbakar api cemburu lantas beberapa hari kemudian korbanpun menemui tersangka Angga di salah satu rumah makan.

“Ketika mereka bertemu, korban Ismail yang cemburu dan kesal ini hendak menikam tersangka dengan pisau. Namun tersangka berhasil menghindar, lalu tersangka Angga pulang ke rumah mengambil senjata tajam jenis parang. Setelah itu, tersangka mencari korban hingga mereka bertemu kembali di lokasi kejadian,” ungkapnya.

Masih dikatakan Kapolsek, bahkan saat kejadian tersangka Angga mengajak dua temannya ‘ML’ dan ‘MA’ (DPO) mengeroyok korban. Akibatnya, korban tewas di lokasi kejadian dengan sembilan luka bacokan dan tusukan senjata tajam.

Baca Juga :   Polri Persilakan Anita Kolopaking Ajukan Pra Peradilan Penahanannya

“Awalnya korban dan tersangka yang terlibat perkelahian. Dimana dalam perkelahian itu korban membawa pisau sedangkan tersangka membawa parang. Sehingga, korban kalah dan jatuh terkapar usai perutnya terkena tebasan parang tersangka. Disaat korban jatuh inilah, barulah ‘ML’ dan ‘MA’ ikut mengeroyok dan menikam korban dengan pisau yang mereka bawa,” jelas Kapolsek.

Diungkapkan Kapolsek, usai kejadian pihaknya langsung melakukan pengejaran terhadap para pelaku hingga akhirnya polisi berhasil menangkap tersangka Erlangga Pradika alias Angga.

“Tersangka Angga ini kami tangkap, Rabu kemarin (21/11/2018) di Bayung Lencir Kabupaten Musi Banyuasin. Dengan tertangkapnya Angga, kini kami masih memburu pelaku lainnya, yakni ‘ML’ dan ‘MA’. Sementara dalam kasus ini tersangka Angga kami jerat dengan Pasal 338 Jo 170 KUHP,” tegasnya.
Sementara tersangka Erlangga Pradika alias Angga mengatakan, pembunuhan korban dilakukannya lantaran korban yang awalnya menantangnya berkelahi. Bahkan korban menurutnya sempat hendak menikam dirinya saat ia sedang bersama anak dan istrinya.

“Sebelum saya bunuh, korban yang lebih dulu menyerang dengan pisau saat saya sedang bersama istri dan anak saya di rumah makan. Namun ketika itu, saya menangkis tikaman pisau tersangka hingga tangan saya terluka, setelah itu kami pulang ke rumah. Setiba di rumah saya mengambil parang lalu saya bersama dua teman saya mencari korban, hingga akhirnya kami menemukan korban,” ungkapnya.

Baca Juga :   Pengamat Sarankan Wabup Bintan Bersuara Pascapenahanan Bupati Apri

Masih dikatakan tersangka, disaat bertemu dengan korban dirinya langsung mengeluarkan parang hingga perkelahianpun terjadi.

“Karena korban mecabut pisau makanya saya langsung menyerangnya pakai parang, lalu saya membacok perut dan kepala korban hingga korban jatuh. Setelah itu teman saya ‘ML’ dan ‘MA’ menusuk dada korban dengan pisau hingga korban meninggal dunia,” jelasnya.

Lanjut tersangka, adapun penyebab pembunuhan tersebut terjadi dikarenakan korban cemburu dengannya hingga akhirnya korban menantangnya untuk berkelahi

“Korban cemburu karena pernah melihat saya mengantarkan istrinya ke mall. Padahal, itu saya lakukan karena istri korban yang meminta diantarkan, sebab istri korban ini merupakan teman dari istri saya. Hanya saja, ketika di jalan korban melihat saya membonceng istrinya dengan sepeda motor hingga korban cemburu,” tandas tersangka. (ded)







Publisher : Awid Durrohman

Lihat Juga

Gakkum KLHK dan Bakamla Gagalkan Penyelundupan Kayu Ilegal

Makassar, KoranSN Tim Penegakan Hukum (Gakkum) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Wilayah Sulawesi bersinergi …

error: Content is protected !!