CEO Mercedes Prediksi Krisis Chip Akan Berlanjut Hingga 2023





“Kami belum melihat tanda-tanda bahwa permintaan akan bergerak ke arah sana (negatif),” kata Kaellenius.

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa ketika industri otomotif melakukan transisi ke kendaraan listrik (EV), Mercedes-Benz akan memainkan “peran yang lebih aktif” di seluruh rantai pasokannya sampai ke tempat penambangan bahan baku.

“Kami tidak berhenti di pabrik sel baterai… kami harus melalui seluruh rantai nilai di sini karena ada begitu banyak yang bergerak,” kata Kaellenius.

Dia menambahkan bahwa akan membutuhkan setidaknya satu dekade untuk mentransisikan pabrik mesin pembuat mobil bertenaga bahan bakar fosil untuk menjadi pabrik yang membuat mobil listrik sepenuhnya (full electric).

Baca Juga :   Infinix Hot 8 Andalankan Baterai dan Layar di Indonesia

Kaellenius menambahkan bahwa dia yakin transisi tersebut dapat dikelola secara teratur nantinya. (Antara/andi)





Bagikan :

Publisher : Apriandi

Lihat Juga

Bamsoet: Kreativitas dan Karya Anak Bangsa Harus Terus Didukung

Jakarta, KoranSN Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat sekaligus Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) Bambang Soesatyo …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!