CERI: Kejagung Jangan Tebang Pilih di Kasus Skandal Korupsi Timah







Diskusi Kebijakan Politik Sektor Minerba Politisi PDI Perjuangan Effendi Simbolon (kedua kiri), Pengamat Kebijakan Migas Yusri Usman (kedua kanan), Direktur Global Future Institute Hendrajit (kanan), menjadi pembicara dalam diskusi Evaluasi Kritis, Sepak Terjang PT Freeport Mengelola Tambang di Indonesia, di Jakarta, Selasa (12/1). Para pembicara sepakat pentingnya pembentukan Panitia Khusus (Pansus) Angket Freeport, serta membongkar hal-hal dalam skandal Freeport yang selama ini tertutup. (Foto-Antara)

Jakarta, KoranSN

Direktur Eksekutif Center of Energy and Resources Indonesia (CERI), Yusri Usman meminta Kejaksaan Agung jangan tebang pilih dalam mengungkap kasus skandal di PT Timah Tbk.

Baca Juga :   10 Detik Beraksi, Spesialis Curanmor Diterjang Timah Panas

“Kasus dugaan korupsi tata niaga timah di anak usaha MIND ID, yakni PT Timah Tbk yang saat ini tengah menjadi perbincangan hangat di publik,” katanya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (5/4/2024).

Dia menyatakan, jangan sampai publik berspekulasi penetapan 16 tersangka oleh Kejagung, bisa jadi mereka hanyalah pion saja. Bisa juga kata dia, nama seperti Harvey Moeis dianggap hanyalah tumbal dari persoalan itu, sebab diduga ada tokoh-tokoh penting di atasnya yang hendak dilindungi.

“Karena opini dan persepsi masyarakat di sektor pertambangan, tahu betul soal praktek ilegal yang sudah berlangsung lama di wilayah IUP PT Timah,” ujarnya.

Baca Juga :   Tersangka Begal Motor Ada yang Pencandu

Yusri menjelaskan, Robert Priantono Bonosustya (RBS) atau RBT pada Rabu (3/4/2024) kembali diperiksa penyidik Pidsus Kejagung, seharusnya dicecar diduga selaku ultimate beneficial owner atau penerimaan manfaat terakhir dari bisnis itu, setelah dia akuisisi perusahaan smelter itu dari Tommy Winata. HALAMAN SELANJUTNYA>>







Publisher : Apriandi

Lihat Juga

Lansia yang Tenggelam di Sungai Ogan Ditemukan Meninggal Dunia

Palembang, KoranSN Tim SAR gabungan berhasil menemukan seorang Lansia bernama Maleha (70) yang sebelumnya tenggelam …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!