Cik Ida Dipukuli Anak Kandung

Ilustrasi. (foto-net)

Banyuasin, KoranSN

Sungguh malang nasib Cik Ida (77), korban dipukuli, ditendang dan diancam dengan senjata tajam (Sajam) jenis parang oleh putra kandungnya sendiri, Sapuan (38), hingga korban mengalami luka berat dan trauma.

Menurut keterangan Cik Ida saat ditemui di Mapolres Banyuasin, Rabu (8/11/2017), jika dia sudah tidak tahan lagi dengan kelakukan anak bungsunya tersebut. Sebab, bukan sekali ini saja dia disiksa, korban mengaku sudah kerap kali tubuh rentanya dipukul oleh Sapuan bahkan sampai bengkak dan megeluarkan darah.

Kejadian penganiayaan tersebut terakhir terjadi, Kamis lalu (2/11/2017), dimana Sapuan mengamuk sambil membawa parang lalu membacok dinding rumah ibunya.

“Sebenarnya saya tidak mau membuka aib ini, walau bagaimanapun dia adalah anak saya, darah daging saya. Tapi nyawa saya terancam, saya tidak mau mati ditangan anak sendiri,” katanya sambil mengusap air mata.

Baca Juga :   Diikat & Dicekik Hingga Tewas, Calon Pendeta di OKI Sempat Teriak Minta Tolong

Warga Desa Tanjung Beringin, Banyuasin III itu melanjutkan, anak nya memang tempramental meski sudah beristeri dan memiliki anak yang sudah dewasa, namun sikap Sapuan tidak kunjung berubah.

“Dia tidak tinggal dengan saya, tapi setiap kali butuh uang selalu datang. Bila tidak diberi ngamuk-ngamuk. Bukannya saya tidak mau kasih lagi uang, tapi sudah banyak harta yang dia jual, uang juga sering diberi tapi habis-habis saja tidak tahu digunakan untuk apa,” ungkapnya.

Sementara itu Samiha (69), adik kandung korban mengatakan, kelakuan beringas Sapuan hanya terjadi pada keluarga dekatnya saja. Tapi dengan orang lain, Sapuan normal, kalau pun sering minjam uang pada tetangga Sapuan bertanggungjawab.

“Dia berusaha mengembalikan tepat waktu, bila sudah jatuh tempo belum bisa mengembalikan, Sapuan selalu bilang pada yang meminjaminya duit,” ungkap Samiha.

Baca Juga :   Polda Himbau Stop Illegal Drilling di Muba

Tapi kelakuan kejam Sapuan terhadap ibu, mendiang ayah nya dan saudara-saudaranya sudah bukan rahasia lagi.

“Sapuan ini seperti kemasukan, sampai tega-tega nya memukul ibu kandung sendiri,” katanya.
Kapolres Banyuasin, AKBP Yudhi Markus Pinem melalui Kasat Reskrim, AKP Dwi Satya membenerkan adanya laporan tersebut.

“Petugas telah mengambil keterangan korban pelapor dan sejumlah saksi, untuk mengecek kebenaran laporan tersebut,” katanya. (sir)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Sosialisasi Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Republik Indonesia

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Benih Lobster Jadi “Tsunami” Politik Prabowo dan Jokowi

Jakarta, KoranSN Sepulang dari perjalanan dinasnya di Honolulu, Hawaii, Amerika Serikat, Menteri Kelautan dan Perikanan …