Cuaca Buruk Ganggu Pengerjaan LRT



Progres pembangunan rangka atap stasiun LRT Ampera. (Foto-Ferdinand/Dok/Koransn)

Palembang, KoranSN

Project Manager Waskita Karya, Mashudi Jauhari, Minggu (17/12/2017) mengatakan, cuaca buruk dengan curah hujan tinggi yang kerap mengguyur Kota Palembang pada malam hari beberapa pekan kebelakang cukup menggunggu pengerjaan kereta api ringan atau Light Rail Transit (LRT). Untuk diketahui, jadwal bekerja para pegawai LRT dilakukan pada pukul 22.00 WIB hingga batas maksimal 06.00 WIB pagi.

Meski demikian, menurut Mashudi, gangguan cuaca tidak sepenuhnya mempengaruhi dari target awal penyelesaian LRT seluruhnya pada bulan Juli 2018 mendatang.

“Hujan yang terus mengguyur Kota Palembang belakangan ini memang menggangu pekerja kita. Karena pengerjaan LRT hampir 90 persen berada di atas. Namun kita tetap optimis selesainya akan tepat waktu. Kita juga berkoordinasi dengan pihak kepolisian tentang jam oparional pengerjaan,” ungkapnya.

Dikatakan Mashudi, pihaknya saat ini masih dalam progres pemasangan rel, dimana sudah mencapai 24 km dari 46,8 km yang direncanakan yang artinya sudah lebih dari 50 persen. Selain itu, progres untuk pemasangan girder saat ini sudah 99 persen.

“Hanya satu yang belum dilifting, yakni di simpang Polda karena memang ada masalah di situ, tetapi mudah-mudahan minggu ini tuntas.

Sekarang kita sedang finishing stasiun dan pemasangan rel, lantaran Bulan Maret 2018 harus rampung sesuai target awal,” ujarnya.

Ia melanjutkan, terkait uji coba pertama yang diperkirakan pada bulan Februari mendatang, pihaknya telah bersepakat dengan PT KAI untuk membantu pelaksanaannya.

“Kami butuh minimal dua gerbong untuk uji coba nanti. Awalnya, nanti akan kita laksanakan dari Stasiun OPI menuju Stasiun Jakabaring, tapi bisa kita perpanjang ke Stasiun Polresta,” jelasnya.

Baca Juga :   Minggu Kedua Januari, Palembang Mulai Terapkan Belajar Tatap Muka

Lebih jauh dikatakan Mahudi, disisi lain, untuk jalan yang rusak dampak dari pembangunan LRT, dirinya mengklaim pihaknya bertanggung jawab untuk perbaikannya. Dimana, untuk pengerjaan kecil sudah dilakukan, namun perbaikan besarnya pihaknya akan melakukan pada akhir tahun ini, lantaran masih menunggu persetujuan dari Balai Pelaksanaan Jalan Nasiona (BPJN) dan PU Provinsi Sumsel.

“Sebenarnya kita sudah mendapatkan persetujuan dari BPJN dan PU Provinsi Sumsel. Desain jalannya sudah disetujui, hanya ada 2 ruas yang belum disetujui. Mudah-mudahan segera disetujui sehingga kita bisa melaksanakan. Semua yang terdampak oleh pembangunan LRT ini akan kita perbaiki. Dimana untuk pelaksanaan pengerjaan jalan rusak tersebut akan ditenderkan dengan anggaran sekira 1 persen hingga 2 persen dari pembangunan LRT,” tandasnya. (rgn)



Publisher : Awid Durrohman

Lihat Juga

Siapkan Renstra Tahun 2025-2029, Kemenkumham Sumsel-DJKI Himpun Aspirasi Publik

Palembang, KoranSN Kanwil Kemenkumham Sumsel bekerjasama dengan Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual menggelar Penghimpunan Aspirasi Publik …

error: Content is protected !!