Curi Laptop Tetangga, 2 Pemuda Penggangguran di Desa Modong Diciduk



Kedua tersangka saat diamankan di Mapolsek Tanah Abang. (foto-ist)

PALI, KoranSN

Sadam Usen (28) dan Zulkipli (27), dua pengangguran asal Dusun 1 Desa Modong Kecamatan Tanah Abang Kabupaten PALI, kemarin harus meringkuk di sel Mapolsek Tanah Abang lantaran harus bertanggungjawab atas perbuatannya yang melakukan tindakan pencurian dengan pemberatan (curat).

Parahnya lagi, korban dari pada tindak kejahatan dua pengangguran tersebut tak lain adalah tetangganya sendiri, Eka Lia (35), seorang Ibu Rumah Tangga (IRT).

Kejadian bermula saat Angga, anak korban memutuskan untuk menginap di rumah neneknya pada tanggal 15 Januari 2018 silam.

Kondisi rumah korban pun kosong. Namun sebelum berangkat, sekitar pukul 22.00 WIB, Angga terlebih dahulu mengecek dan memastikan laptop aman di dalam lemari.

Baca Juga :   KPK Periksa 10 Saksi Suap Muba, Wartawan Diusir Secara Halus

Mengetahui kondisi tersebut, datanglah dua penggangguran tersebut langsung beraksi dengan cara merusak pintu belakang rumah korban. Sementara, diketahui Laptop sudah raib itu ketika Angga pulang dari rumah neneknya sekitar pukul 09.00 WIB.

Kemudian korban menanyakan kepada Firman bahwa yang telah mengambil laptop adalah Ropul dengan Sadam. Akhirnya, korban pun melaporkan kejadian ini dengan Polsek Tanah Abang dengan nomor laporan Lp/B/09/II/2018/Sumsel/Res M.E/Sek Tanah Abang tgl 06 Februari 2018.

Kapolres Muara Enim AKBP Leo Andi Gunawan, SIk melalui kabid Humas Polres Muara Enim AKP Arsyad disampaikan oleh Kapolsek Tanah Abang AKP Sibero membenarkan penangkapan kedua tersangka.

“Kedua pelaku diamankan pada hari Rabu (7/2) sekitar pukul 21.00 wib, ketika kami mendapat informasi bahwa kedua pelaku sedang di rumahnya. Langsung saja, Kanit Reskrim bersama anggota lainnya mengamankan kedua pelaku,” jelas Sibero.

Baca Juga :   Gelapkan Motor Milik Zainuddin, Badri Dicokok Polisi

Ia menerangkan, untuk mempertanggungjawabkan perbuatan tersangka, dikenakan pasal 363 KUHP. “Dikenakan pasal 363 KUHP, ancaman hukuman tujuh tahun penjara,” pungkasnya.

Sementara itu, Sadam mengaku bahwa dirinya diamankan saat sedang di rumah. “Lagi di rumah pak. Kalu pas beraksi, kami merusak pintu belakang rumah korban. Terus laptop hasil curiannyo kami jual ke Anto warga Desa Gaung Asam kecamatan Lembak sehargo Rp 1 juta, terus duitnyo kami bebagi,” akunya di hadapan petugas. (ans)







Publisher : Awid Durrohman

Lihat Juga

Rumah Warga di Talang Semut Terbakar

Palembang, KoranSN Tercium bau asap, seorang warga di Jalan Joko, Kelurahan Talang Semut, Kecamatan Bukit …

error: Content is protected !!