Dalina Akollo Tewas Mengenaskan









Dalina Akollo semasa hidup.

Palembang, SN
Dalina Akollo (18), warga Jalan Padat Karya RT 04 RW 01 Kelurahan Talang Jambe Kecamatan Sukarami Palembang, Minggu malam (29/11) pukul 22.00 WIB ditemukan tewas mengenaskan dengan luka lebam di tangan kanan, di kedua paha, punggung, diseputaran mata, serta di bagian kepala.

Diduga korban tewas dibunuh. Namun untuk kepastian tewasnya korban, aparat kepolisian dari Mapolsek Sumarami saat ini masih melakukan penyelidikan.

Megawati Komar (56), ibu kandung Dalina Akollo, Senin (30/11) mengatakan, tewasnya korban pertamakali diketahui suami korban ‘BA’,  yang ketika itu menyampaikan kepada kakak korban ke kediamannya yang tak jauh dari rumah ‘BA’ jika Dalina telah meninggal dunia akibat gantung diri di bangsal batubata (tempat pembuatan batubata) yang berlokasi di belakang rumah ‘BA’.

“Saat kejadian saya sedang di rumah anak saya yang berada di Prabumulih. Mendapat kabar itu, kakak korban yang berada di Palembang langsung menghubungi saya, dan saya langsung bergegas pulang ke Palembang. Sesampai di rumah, barulah saya mengetahui jika korban itu bukan tewas gantung diri seperti disampaikan ‘BA’,” katanya dijumpai di ruang Forensik Rumah Sakit Bhayangkara Palembang.

Diungkapkannya, ia berkeyakinan korban dibunuh, karena saat ia bersama keluarganya melihat tubuh korban terdapat kejanggalan dimana di tubuh korban didapati luka-luka lebam.

Baca Juga :   KPK Terus Sidik Dugaan Korupsi Angkutan Batu Bara BUMD Pemprov Sumsel

“Anak saya (Dalina Akollo) baru satu bulan menikah dengan ‘BA’. Keduanya saat ini masih berstatus siswa di salahsatu SMA Swasta di Kota Palembang. Keduanya dinikahkan karena ‘BA’ telah memakan (melakukan hubungan suami istri) kepada anak saya hingga dinikahkan. Tapi, setelah nikah almarhumah kerap cerita jika ‘BA’ sering selingkuh serta main tangan,” ungkapnya.

Kejanggalan lainnya, lanjut Megawati, korban yang dikatakan meninggal dunia karena gantung diri, namun lidah korban saat ditemukan tidak menjulur keluar. Selain itu, di leher korban terdapat luka cekikan.

“Saat saya datang ke rumah ‘BA’, almarhumah hendak dikapani. Saya ini ibu kandung korban, dikarenakan ada kejanggalan maka saya bersama Ketua RW dan aparat kepolisian berkoordinasi hingga korban dilakukan autopsi untuk mengungkap kepergian putri saya nomor tujuh dari sembilan bersaudara ini,” ungkapnya dengan mata berkaca-kaca.

Dengan kejadian ini, Megawati berharap, aparat kepolisian dapat mengungkap akibat tewasnya korban serta meminta kepada penegak hukum untuk memberikan hukuman setimpal kepada pelaku yang terbukti telah membunuh putrinya tersebut.

Ditambahkan Fani (24), kakak kandung Dalina Akollo, jika ia menduga kepergian adiknya bukan karena bunuh diri dengan gantung diri. Itu dikarenakan, ia melihat secara langsung luka lebam yang berada di tubuh korban.

Baca Juga :   Ratusan Anak Paud Tampak Asik Ikuti Lomba Mewarnai di Kambang Iwak Park (foto)

“Setahu saya orang yang tewas gantung diri itu lidahnya menjulur, keluar sperma, dan mengeluarkan air besar. Kalau adik saya tidak ada tanda-tanda itu, yang ada luka-luka lebam di tubuhnya,” ujar ujarnya.

Kapolsek Sukarami Kompol Nurhadiansyah melalui Wakapolsek AKP Irene ditemui di Rumah Sakit Bhayangkara Palembang mengungkapkan, pihaknya saat ini masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui apakah korban meninggal murni akibat gantung diri atau menjadi korban pembunuhan.

“Masih kita lakukan penyelidikan. Tapi untuk ‘AB’ yang merupakan suami korban kini sudah diamakan di Mapolsek Sukarami untuk menjalani pemeriksaan secara intensif. Sedangkan untuk mengetahui apa penyebab tewasnya korban, kita masih menunggu hasil autopsi,” tegasnya.

Sementara Ahli Forensik dr Indra yang melakukan autopsi jasad Dalina Akollo membenarkan, jika dari hasil autopsi yang telah dilakukan terdapat luka lebam atau luka memar di tangan, di punggung bahkan di sekitar kepala korban. Bahkan dalam autopsi yang telah dilakukan pihaknya tidak menemukan luka jeratan di leher korban. Tapi untuk kepastiannya, pihaknya masih akan berkordinasi dengan pihak kepolisian.

“Ya meskipun terdapat luka di tubuh korban namun kita belum bisa memastikan apakah luka-luka tersebut luka bekas penganiayaan. Karena penyelidikan itu wewenang polisi, kalau untuk hasil autopsi dapat diketahui kurang lebih dua minggu kedepan,” pungkasnya. (ded)

 











Publisher : Ferdin Ferdin

Pewarta Harian Suara Nusantara, www.koransn.com, Mingguan Suara Negeriku.

Lihat Juga

Kakorlantas: Keluar ke Jalur Arteri Jika Tempat Istirahat Tol Penuh

Semarang, KoranSN Kakorlantas Polri Irjen Pol Aan Suhanan mengimbau pemudik yang akan kembali ke wilayah …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!