Dana CSR-PKBL Muara Enim Capai Rp 74 Milyar







Kepala Bappeda Muara Enim, Dr Ir H Abdul Nadjib MM menunjukan hasil kerajinan tangan PT MME. (foto-yudi/koransn.com)

Muara Enim, KoranSN

Forum CSR-PKBL Kabupaten Muara Enim mencatat dana CSR-PKBL Kabupaten Muara Enim sampai dengan triwulan III telah mencapai sekitar Rp 74,8 Milyar, sedangkan tahun 2016 mencapai Rp 95,19 Milyar. Hal tersebut dikatakan Bupati Muara Enim Ir H Muzakir Sai Sohar membuka acara Forum CSR-PKBL Tahun 2017 di Ruang Rapat Pangripta Nusantara, Selasa (31/10/2017) sekitar pukul 09.30 wib.

Selain Bupati Muara Enim, hadiri juga, Wakil Bupati Muara Enim H Nurul Aman, Sekretaris Daerah Muara Enim Hasanudin, Ketua TPKK Shinta Paramita Muzakir, Kepala DInas/Badan/Kantor, Ketua Forum CSR-PKBL Kabupaten Muara Enim Joko Pramono yang menjabat Direktur SDM dan Umum PT Bukit Asam (Persero) terbuka, Danang Girindrawardana Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia Bidang Kebijakan Publik, Wahyu Aris Darmono Direktur Eksekutif Komisi CSR Nasional, Pimpinan BUMN/BUMS/BUMD, Camat Se-Kabupaten Muara Enim.

Dikatakan Muzakir, CSR merupakan kepedulian dan tanggung jawab sosial dunia usaha terhadap kegiatan usaha dan lingkungan dimana mereka melakukan kegiatan usaha. Tanggung jawab tersebut mulai dari melakukan kegiatan yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan perbaikan lingkungan, pemberian dana untuk pemeliharaan fasiltas umum, sumbangan untuk desa/fasilitas masyarakat yang bersifat sosial dan berguna untuk masyarakat banyak.

“CSR juga sebagai strategi perusahaan untuk mengakomodasi kebutuhan dan kepentingan stockholdernya,”kata Muzakir.
Menurut Muzakir, kegiatan CSR hendaknya pula dapat menjadi acuan dalam mewujudkan kepedulian antara sesama, bangsa dan negara. Sinergisitas positif antara pemerintah, masyarakat dan dunia usaha akan terus senantiasa dibina dan ditingkatkan dalam pelaksanaan pembangunan dan pemerdayaan masyarakat di daerah.

CSR lanjut Muzakir, dapat dipandang sebagai pola hubungan timbal balik yang menguntungkan berbagai pihak. Perlu diingat, yang paling berhak menerima manfaat CSR-PKBL adalah masyarakat yan terkena dampak langsung dari operasionalisasi perusahaan. Khususnya, di Kabupaten Muara Enim, sinergisitas peran dunia usaha melalui pemanfaatan dana CSR-PKBL untuk pembangunan daerah telah disusun dan diselaraskan oleh Forum CSR-PKBL Kabupaten Muara Enim.

Hal ini antara lain dengan menawarkan program kegiatan hasil Musrenbang Kabupaten Muara Enim yang tidak terbiayai oleh APBD dan lebih dikenal dengan nama RKPD (Rencana Kerja Pembagunan Daerah) Kabupaten Muara Enim non APBD.

Baca Juga :   2019, Muratara Targetkan Bebas Pasung

Ia BUMN/BUMS/BUMD di Kabupaten Muara Enim untuk dapat mengakomodir program kegiatan dimaksud dalam program kegiatan CSR-PKBL BUMN/BUMS/BUMD Tahun 2018 RKPD Non APBD tersebut merupakan aspirasi dan kebutuhan masyarakat yang telah disampaikan secara berjenjang dan Musrenbang Desa, Kecamatan, dan Kabupaten.

Diharapkan keseduan dunia usaha mengakomodir program kegiatan RKPD Non APBD yang terdiri dari 3.352 usulan kegiatan yang tersebar di 20 Kecamatan dalam wilayah Kabupaten Muara Enim sebagai kegiatan CSR-PKBL Tahun 2018 yang akan datang.

“Kami berharap BUMN/BUMS yang belum menyampaikan laporannya dapat segera menyampaikannya untuk bahan evalasi lebih lanjut,”ujarnya.

Sebagai bentuk apresiasi bagi BUMN/BUMS/BUMD di wilayah Kabupaten Muara Enim telah memberikan penganugerahan CSR-PKBL award diharapkannya, menjadi edukasi bagi kalangan dunia usaha pada umumnya agar terus menerus menjadikan kegiatan CSR-PKBL sbagai komitmen moreal setiap perusahaan serta sebagai motivasi ke perusahaan-perusahaan lain untuk dapat menjalankan program-program CSR-PKBLnya sebagai kepedulian dan tanggung jawab terhadap peningkatan dan pembangunan kualitas kehidupan masyarakat. (yud)







Publisher : Awid Durrohman

Lihat Juga

Hasil Sidak, Pj Bupati OKI Jamin Stok Pangan Aman

Kayuagung, KoranSN Pj Bupati Ogan Komering Ilir (OKI) Ir Asmar Wijaya MSi bergerak cepat dalam …

error: Content is protected !!