Deklarasi Kampanye Damai, 37 Paslon di Sumsel Sepakat Tolak Berita Hoax dan Politik Uang



KAMPANYE DAMAI – Empat pasangan calon (Paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur Sumsel 2018-2023 melepaskan Burung Merpati usai deklarasi kampanye damai di halaman Kantor KPU Sumsel Jakabaring Palembang, Minggu (18/2/2018). (foto-ferdinand/koransn.com)

Sumsel, KoranSN

Sebanyak 37 pasangan calon kepala daerah yang maju di 9 pilkada kabupaten/kota dan pemilihan gubernur (Pilgub) Sumsel, sepakat menolak menyebarkan berita hoax, dan politik uang. Mereka pun menandatangani deklarasi kampanye damai sebagai komitmen untuk tidak melakukan itu, Minggu (18/2/2018).

Secara rinci. butir deklarasi damai yang ditandatangani oleh pasangan calon (Paslon) se Sumsel adalah siap menjaga keutuhan NKRI berdasarkan Pancasila dan UUD RI tahun 1945, kemudian, siap melaksanakan kampanye pemilihan tahun 2018 yang damai, demokratis dan mengedukasi dalam rangka mewujudkan kedaulatan pemilih, lalu, siap melaksanakan kampanye pemilih tahun 2018 tanpa hoax, politisasi SARA dan politik uang dan tunduk dan patuh terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Ke 37 pasangan calon (Paslon) dimaksud berasal dari, Pilgub Sumsel 4 paslon, Palembang 4 paslon, Banyuasin 5 paslon, OKI 3 paslon, Prabumulih 1 paslon, Muara Enim 4 paslon, Lahat 5 paslon, Pagaralam 6 paslon, Empat Lawang 2 paslon, dan Lubuklinggau 3 paslon.

Di Palembang, KPU Sumsel menggelar deklarasi damai di halaman Kantor KPU Sumsel. Sayangnya, tidak seluruh calon menghadiri deklarasi damai tersebut.

Baca Juga :   Antusias Siswa SDN 2 Palembang, Hari Pertama ke Sekolah (FOTO)

Tercatat, dari empat paslon hanya paslon nomor urut 4 Dodi Reza Alex-Giri Ramanda Kiemas yang hadir bersamaan. Sementara paslon nomor urut 1, hanya di hadiri oleh Cagub Herman Deru, paslon nomor urut 2, hanya diwakili oleh Cawagub Irwasnyah, dan paslon nomor urut 3 hanya diikuti Cagub Ishak Mekki.

Deklarasi kampanye damai diwarnai dengan pelepasan 27 ekor burung merpati sebagai simbol pelaksanaan Pilgub Sumsel yang digelar 27 Juni 2018. Keempat paslon menandatangani janji kampanye damai setelah sebelumnya mengucapkan satu demi satu butir kesepakatan kampanye damai tersebut.

Ditemui usai kegiatan, Ketua KPU Sumsel Aspahani menyayangkan deklarasi ini tidak dihadiri seluruh paslon. Padahal, acara tersebut bersifat wajib karena menyangkut komitmen paslon untuk melaksanakan kesepakatan.

“Kalau wajib hukumnya, ya wajib, kami undang seluruh paslon dan tim kampanye. Tapi ada kabar ada calon yang lagi umrah, atau ada halangan lain,” kata Aspahani.

Dia mengimbau setiap paslon dan tim kampanye tidak melakukan black campagn, berita hoax, politik uang, dan SARA. Tujuannya menciptakan pesta demokrasi secara damai.

Baca Juga :   HD: Pekerja Anak Mesti Dihapuskan di Sumsel

Sementara itu, Cagub Dodi Reza Alex mengungkapkan, deklarasi damai ini bagus dan positif. Namun yang paling penting bukan hanya pada saat deklarasi saja, tapi pada saat pelaksanaan kampanye harus dilaksanakan.

“Dalam kampanye ini mari kita adu program, ide bukan menjelek-jelekan orang,” ucapnya.

Sementara itu, cagub Ishak Mekki menuturkan, pihaknya berharap pilkada ini berjalan damai. Jangan ada rasa ketakutan dan interensi. “Kita harus bersama-sama mewujudkan pilkada damai,” paparnya.

Ia mengatakan, Cawagubnya Yudha Mahyuddin tidak hadir karena sedang berada di Amerika.







Publisher : Awid Durrohman

Lihat Juga

Kejati Tegaskan Dakwaan Aran Haryadi & Asri Wisnu Sesuai Peran di Perkara Dugaan Korupsi Kredit Bank Sumsel Babel Rugikan Negara Rp 13 Miliar Lebih

Palembang, KoranSN Kasi Penerangan dan Hukum (Penkum) Kejati Sumsel, Mohd Radyan SH MH, Kamis (30/6/2022) …