Dengan 2 Parang, Ondok Habisi Nyawa Hendra







Tersangka Supriadi alias Ondok saat diamankan di Mapolresta Palembang. (foto-humas polresta palembang)

Palembang, KoranSN

Pihak kepolisian Polsek IB II Palembang berhasil meringkus Supriadi alias Ondok (32), tersangka pembacokan korban Hendra Wijaya (36) hingga membuat korban tewas di Jalan Pangeran Sido Ing Lautan Lorong Kedukan Bukit I Kelurahan 35 Ilir Palembang.

Dalam gelar ungkap kasus di halaman Mapolresta Palembang, Rabu (3/10/2018), tersangka mengaku jika dirinya menghabisi nyawa korban menggunakan dua bilah senjata tajam jenis parang.

Dikatakan tersangka Supriadi alias Ondok, jika dirinya menghabisi nyawa korban dengan menggunakan dua bilah parang. Dimana kejadian tersebut bermula saat ia sedang duduk santai di tangga rumah panggung orang tuanya. Kemudian melintas korban Hendra Wijaya berjalan kaki lalu menghampirinya.

“Korban mendekati lalu memaksa meminta uang Rp 100 ribu, kemudian saya jawab jika saya tidak ada uang. Mendengar jawaban tersebut korban marah-marah dan langsung memukul kepala saya sebanyak dua kali. Setelah itu tersangka pergi berjalan kaki,” katanya.

Diungkapkannya, ketika korban pergi meninggalkannya, saat itulah dirinya melihat dua parang di bawah tangga rumah orangtuanya. Lalu parang tersebut diambilnya dan ia langsung mengejar tersangka yang sedang berjalan.

“Dari kedua parang itu, satu parang saya pegang kemudian satu parang lagi saya selipkan di belakang tubuh. Setelah itu korban saya kejar lalu saya panggil. Mendengar panggilan saya, tersangka berhenti berjalan hingga saya mendekatinya sambil memegang satu parang. Ketika itu korban mengatakan, “Mau apo kau”, tanpa menjawab pertanyaan tersebut saya langsung membacok leher korban sebanyak satu kali. Kemudian saya mencabut satu parang lagi dari belakang tubuh saya, hingga saat itu di tangan kanan dan kiri saya memang dua bilah parang,” ungkapnya.

Menurutnya, dengan kedua parang tersebut kemudian ia menyerang korban. Akan tetapi korban menghindar lalu berlari hingga membuat dirinya mengejar korban.

“Saat saya kejar korban terjatuh. Ketika terjatuh inilah tubuh korban saya bacok berkali-kali dengan dua parang yang berada di tangan kanan dan kiri. Jadi, berulang-ulang saya membacok korban, tidak ingat lagi berapa kali saya mengayunkan kedua parang itu,” katanya.

Baca Juga :   Dihipnotis, Motor Tukang Ojek Baru Lunas Raib

Lanjut tersangka, adapun yang mendorong dirinya membacok korban yakni karena khilaf dan emosi setelah korban memaksa meminta uang dan memukul kepalanya.

“Selama ini kami tidak ada masalah dan tidak dendem, bahkan selama ini kami baik-baik saja. Namun saat kejadian saya emosi dan khilaf,” tandasnya.

Kapolresta Palembang, Kombes Pol Wahyu Bintono Hari Bawono mengatakan, tersangka berhasil ditangkap dengan waktu kurang dari 1X24 jam usai kejadian terjadi.

“Setelah mendapatkan laporan kejadian itu, kita langsung melakukan pengejaran terhadap pelaku. Kurang 1×24 jam akhirnya pelaku berhasil kita amankan berikut dua buah parang. Sedangkan untuk motif pembacokan korban, karena korban dan pelalu selisih paham,” ujarnya.

Masih dikatakan Kapolresta, kini tersangka dan barang bukti telah diamankan. Selanjutnya pihaknya masih melakukan pengembangan.

“Dalam kasus ini tersangka dikenakan Pasal 351 ayat (3) KUHP dengan ancaman pidana di atas 15 tahun penjara,” pungkasnya.

Kapolsek IB II Palembang, Kompol Agus Hairuddin melalui Kanit Reskrim Ipda Hermansyah menambahkan, tersangka ditangkap saat sedang berada di rumah orang tua tersangka yang berlokasi tak jauh dari lokasi kejadian.

“Penangkapan tersangka dilakukan tidak lama dari kejadian atau sekitar 1 jam usai pembacokan korban terjadi. Dalam penangkapan tersebut kami juga mengamankan dua parang yang digunakan tersangka untuk mebacok tubuh korban,” ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, Hendra Wijaya, warga Jalan Pangeran Sido Ing Lautan Lorong Kedukan Bukit I Kelurahan 35 Ilir Palembang, tewas mengenasakan dengan tubuh penuh luka bacokan. Bahkan tangan dan kaki korban nyaris putus, selain itu wajah korban juga terdapat luka bacok senjata tajam (Sajam) jenis parang.

Baca Juga :   Disambar Kereta Api, Sopir Pick Up Tewas

Adapun tersangka pembacokan korban yakni Supriadi alias Ondok, warga Jalan Parameswara Kelurahan Bukit Baru Kecamatan IB I Palembang.

Kapolsek IB II Palembang, Kompol Agus Hairuddin melalui Kanit Reskrim Ipda Hermansyah mengatakan, pembacokan korban terjadi di Jalan Pangeran Sido Ing Lautan Palembang tak jauh dari kediaman korban, Senin malam (1/10/2018) pukul 23.00 WIB. Dimana saat itu antara korban dan tersangka bertemu dan terjadi cekcok mulut hingga berujung tersangka membacok korban dengan parang.

“Berdasarkan pengakuan tersangka yang telah kami tangkap, diketahui jika motif pembacokan tersebut karena tersangka dendam dengan korban. Sebab sebelum kejadian, diduga tersangka pernah dimintai uang oleh korban bahkan korban pernah memukul kepala korban hingga tersangka dendam dan langsung membacok korban saat mereka bertemu di lokasi kejadian,” ungkapnya.

Masih dikatakannya, saat kejadian tersangka membacok membabi buta di sekujur tubuh korban sehingga tubuh korban menderita luka bacokan termasuk di tangan, kaki dan wajah. Akibatnya, korban meninggal dunia di lokasi kejadian.

“Polisi yang mendapati informasi tersebut langsung mendatangi TKP, kemudian mengevakuasi jenazah korban ke Rumah Sakit Bhayangkara Palembang. Setelah itu anggota lansung menangkap tersangka,” katanya.

Sementara Nasir (63), paman korban saat ditemui di Rumah Sakit Bhayangkara Palembang mengatakan, pihak keluarga tidak mengetahui apa penyebab korban dibacok hingga tewas. Sebab, pihak keluarga mengetahui pembacokan tersebut setelah korban tergeletak bersimbah darah.

“Kami tidak tahu motifnya apa. Sebab kami tidak berada di lokasi kejadian saat pembacokan tersebut terjadi. Tapi yang kami tahu, pelaku yang membacok keponakan saya ini adalah Supriadi alias Ondok. Bahkan akibat bacokan pelaku membuat tangan dan kaki korban nyaris putus, selain itu wajah korban juga dibacok oleh pelaku,” ungkapnya. (den/ded)







Publisher : Awid Durrohman

Lihat Juga

Jenazah Laki-laki Ditemukan Mengapung di Sungai Musi, Kaki Terikat Rantai

Palembang, KoranSN Kaki kanan dirantai menggunakan gembok dan dikaitkan karung berisi batu, sesosok jenazah laki-laki …

error: Content is protected !!