Dengan 9 Pemain ‘Bayi Ajaib’ Permalukan OKU Selatan 3-1

Tampak sembilan Pemain PS PALI. (foto-ist)

PALI, KoranSN

Meski sejak kick off babak pertama PS PALI hanya bermain sembilan orang, namun kondisi tersebut tidak membuat kendur para pesepakbola asal bumi Serepat Serasan itu. Terbukti, Senin (20/11) dalam gelaran Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XI Sumsel cabor sepak bola, tim yang berjuluk Bayi Ajaib itu mampu mempermalukan tim sepak bola asal kabupaten OKU Selatan dengan skor cukup telak, yaitu 3 – 1 untuk kemenangan Bayi Ajaib.

Hasil tersebut membuat seluruh official dan masyarakat PALI terkejut dan bangga. Karena, meski hanya bermain sembilan melawan sebelas orang, PALI menunjukkan kualitas dan mental juara.

Seperti diketahui, pada Porprov X di Lubuk Linggau tahun 2015 kemarin, Bayi Ajaib keluar dengan membawa medali emas setelah mencukur habis seluruh lawan-lawannya termasuk tim kuat Palembang, MUBA, dan Lubuk Linggau.

Pada pertandingan pertama Porprov XI di Palembang, Kabupaten PALI terpaksa menelan kekalahan saat melawan kabupaten Lahat, karena sejumlah pemain Bumi Serepat Serasan di diskulifikasi oleh Paniti Pelaksana (Panpel) dengan mengeluarkan Nota Larangan Bermain (NLB) pada hari itu juga.

Baca Juga :   Pentas Seni TK Pembina Meriah & Asah Kreativitas Anak

Dan akibatnya, permainan perdana Bayi Ajaib arus bermain dengan sembilan pemain, dan tertinggal 4-0. Serta dalam pertandingan tersebut tiga pemain PALI terganjar kartu merah, yang berimbas pada pertandingan selanjutnya tidak dapat mengikuti.

Selanjutnya, setelah melakukan pengajuan kembali oleh ketua kontingen PALI, ada tiga pemain PALI di setujui untuk membela tim Bayi Ajaib tersebut.

“Kemarin (19/11/2017) kita sudah berkodinasi dengan PSSI Sumsel, dan tiga pemain kita disetujui untuk membela tiem sepakbola kabupaten PALI. Namun, kita tetap bermain dengan sembilan pemain, karena kemarin tiga pemain kita terkena akumulasi kartu,” Jelas ketua PSSI kabupaten PALI yang juga bertindak sebagai Manager tiem ‘Bayi Ajaib’, Drs Darmawi MSi pada media ini, Senin (20/11/2017)

“Mungkin mereka (pemain terkena akumulasi kartu) terlalu terbawa emosi karena keputusan panita yang mendiskualifikasi rekan mereka, namun kita tetap berbesar hati dan mendukung serta menjunjung tinggi sportifitas sebagai atlet kontingen yang baik membawa nama PALI. Nyatanya saat ini kita bisa memenangkan pertandingan dengan skor 3-1,” mantan Camat Talang Ubi itu.

Baca Juga :   128 Pasangan Ikut Lomba Gaplek HUT Bhayangkara ke-77

Lebih lanjut, ia mengaku memang anak didiknya sudah matang dan siap tempur, namun hanya saja keputusan panitia yang membuat konsentrasi pemainnya berkurang.

“Team kita ini memang sudah sangat matang, kemarin itu karena kurang konsen saja, pertandingan selanjutnya pemain kita cukup, dan akan membawa kemenangan lagi,” ungkapnya.

Dari data yang dihimpun SN, pada pertandingan yang mempertemukan kesebelasan OKU Selatan dengan PALI, pada awal pertandingan PALI mampu unggul terdahulu pada menit ke 10 babak pertama lewat kaki Wilman. Kemudian OKU Selatan menyamakan skor 1 – 1. Namun, sebelum turun minum PALI kembali unggul menjadi 2 – 1 melalui sepakan Jojo. Skor bertahan hingga babak pertama usai.

Sementara, memasuki babak kedua PALI kembali mempertegas kemenangan dengan skor 3 – 1 melalui tendangan Wilmar untuk menciptakan gol keduanya. Hingga peluit panjang dibunyikan, kedudukan skor tidak berubah kemenangan untuk Bayi Ajaib. (ans)



Publisher : Awid Durrohman

Lihat Juga

Kemenkumham Sumsel Verifikasi Kepuasan Pelayanan di Lapas Lubuklinggau

Lubuklinggau, KoranSN Kepala Divisi Pelayanan Hukum dan HAM Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sumatera …

error: Content is protected !!