Kenakan Ikat Kepala, Ratusan Petani ‘Kepung’ Kantor Gubernur Sumsel

Ratusan warga asal Banyuasin datangi kantor Gubernur Sumsel,Senin (6/3/2017) siang, ratusan warga menuntut Pemprov turun tangan membantu menyelesaikan sengketa lahan desa dengan perusahaan sawit di Banyuasin. (foto-ferdinand/koransn.com)

Palembang, KoranSN

Ratusan petani dengan memakai ikat kepala kain putih dan juga daun kelapa ‘mengepung’ Kantor Gubernur untuk mengadu persoalan penyerobatan lahan seluas 2000 hektar yang dilakukan salah satu perkebunan di Banyuasin. Aksi damai yang dilakukan para petani ini berlangsung pada pukul 11.30 WIB sampai dengan pukul 14.00 WIB.

“Ya, Kami datang kesini meminta Gubernur untuk membentuk tim dalam menyelidiki sengketa lahan sekitar 2000 hektar yang sudah lama terjadi dan sampai saat ini tidak pernah selesai,”ujar kordinator aksi Pathul.

Menurutnya, tanah yang saat ini ditempati perusahaan tersebut merupakan tanah hak masyarakat Desa Lebung selaku masyarakat adat yang berhak atas tanah ulayat, dan seharusnya tanah tersebut sudah dikembalikan kepada masyarakat Desa Lebung dan Desa Rantau Harapan akan tetapi sampai saat ini tidak pernah dilakukan bahkan sudah beralih kepada perusahaan lain.

Baca Juga :   Perampok Bersenpi Gasak Toke Karet,300 juta Melayang

“Karena itu, kami meminta Gubernur untuk membantu mengembalikan tanah tersebut karena kami menggantungkan hidup dari lahan tanah pertanian yang saat ini sudah sangat sempit,” terangnya.

Aksi tersebut langsung ditanggapi Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan Sumsel, Edward Chandra di Ruang Rapat Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra). Pertemuan ini berlangsung lancar dan tidak ada kendala.

“Ya, tadi didalam mereka meminta bantuan Pemprov karena menilai lahan mereka (Petani) telah diserobot oleh perusahaan,” katanya.

Sejauh ini, sambung Edward, berdasarkan keterangan dari pihak petani, telah dilakukan mediasi melalui DPRD Provinsi namun tetap saja tidak ada ketegasan. Karena itu, nantinya pihak Pemprov akan membentuk tim terpadu untuk turun langsung ke lapangan dalam mengidentifikasi, klarifikasi  terhadap lahan yang disampaikan.

Baca Juga :   Masyarakat Indralaya Utara Diberi Pelatihan

“Mungkin lusa (Kamis) tim ini akan ke lapangan untuk meninjau langsung lokasi yang terjadi permasalahan ini,” ujarnya.

Dirinya menambahkan, nantinya dari hasil tinjauan tersebut tim terpadu akan membuat rekomendasi untuk Kabupaten dan juga Gubernur. “Dengan begitu bisa diambil tindakan apa yang harus dilakukan,” singkatnya. (wik)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Sosialisasi Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Republik Indonesia

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Tak Senang Ditagih Pekerjaan Belum Selesai Jadi Motif Tukang Bangunan Bunuh Pemilik Rumah

Palembang, KoranSN Kapolsek SU II Palembang, AKP Roy Tambunan, Rabu (20/1/2021) mengatakan, dari keterangan sejumlah …