Desember, LRT Zona Ampera Ditarget Selesai, Cuaca Jadi Kendala Pembangunan

Tampak pembangunan stasiun kereta api ringan light rail transit (LRT) di kawasan padat penduduk Kelurahan 10 Ulu terus dikerjakan,Kamis (30/3).- Foto Ferdinand Deffryansyah/koransn

Palembang, koransn-    Pembangunan Light Rail Transit (LRT) untuk zona Ampera terus dilakukan, bahkan pembangunan tersebut ditarget selesai pada Desember mendatang. Demikian diungkapkan Sekretaris Proyek Manager Unit (PMU) LRT Sumsel, Wahidin saat dihubungi, Kamis (30/3).

“Desember kami menargetkan untuk zona LRT ini selesai,” tegasnya.

Dirinya mengakui bahwa sejauh ini pihaknya belum melakukan update terbaru informasi dari Waskita Karya. Meskipun begitu, menurutnya saat ini masih dalam tahap pemasangan pier kedua di Sungai Musi.

“Dari total 4 pier yang dipasang di Sungai Musi yang saat ini dipasang baru dua dan masih dalam tahap proses,” terangnya.

Ditegaskannya, saat ini pihaknya telah mengirimkan surat dari Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Sumsel kepada Waskita Karya untuk mentaati segala aturan dalam pembangunan seperti pemasangan lampu rambu-rambu sehingga pada saat malam hari dapat terang, dan tidak membahayakan pengendara kapal pada saat malam.

Baca Juga :   Honda Motor Sumsel Launching Skutik Genio dan ADV 150 Bersama Virgoun (FOTO)

“Ya, tujuannya ini agar para pengendara dapat mengetahui lalu lintas di perairan karena memang pada saat malam gelap ditambah lagi adanya pengerjaan LRT ini,” jelasnya.

Dalam pemasangan pier ini sendiri, sambung Wahid, tentunya ada penutupan sementara sebagian di Sungai Musi, seperti pada saat pengerjaan sebelah kiri, maka yang ditutup sementara di sebelah kiri begitu juga pada saat pengerjaan pier di sebelah kanan.
“Penutupan sementara itu tidak seluruhnya kecuali pada saat pemasangan girder di tengah pastinya akan ditutup secara keseluruhan tapi tidak terlalu lama,” ujarnya.

Disinggung soal kendala yang dialami dalam pengerjaan LRT zona Ampera ini, Wahidin mengaku tidak ada kendala yang berarti. Namun, memang menurutnya kondisi cuaca saat ini dimana hujan yang deras tentunya sangat mengganggu pengerjaan.

“Ngeri pulo dek begawe ditengah hujan, belum lagi ditengah sungai pulo. Jadi tepakso berenti dulu sementaro baru selesai hujan dilanjutke lagi,” singkatnya.

Baca Juga :   Panglima TNI dan Kapolri Safari Ramadhan di Korem 043/Gatam Lampung

Sebelumnya, Kepala Dishub Sumsel, Nasrun Umar mengatakan untuk progres LRT sendiri saat ini sudah mencapai sekitar 37 persen. Progres ini menurutnya lebih maju dibandingkan apa yang telah direncanakan sebelumnya. Untuk pembangunan stasiun Depo sendiri menurutnya tidak ada masalah.

Disinggung soal tarif, dirinya menambahkan, tentunya pemerintah memberikan kenyamanan bagi dari segi pelayanan maupun tarif. Namun, pihaknya akan membicarakan hal ini dengan beberapa pihak terkait.

“Nantinya mungkin akan ada kombinasi. Tapi yang jelas nantinya tarif yang dipakai akan terpenuhi dan mampu di semua kalangan,” tandasnya. (wik)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Sosialisasi Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Republik Indonesia

Publisher : Ferdin Ferdin

Avatar
Pewarta Harian Suara Nusantara, www.koransn.com, Mingguan Suara Negeriku.

Lihat Juga

BMKG: Sulbar Diguncang Gempa Bumi 31 Kali

Makassar, KoranSN Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika melalui pusat gempa bumi Regional IV Makassar merilis …