Dewan PALI Ingatkan Pengerjaan JarGas Harus Sesuai Prosedur

Pemasangan dan penutupan kembali JarGas yang dikhawatirkan warga. (Foto-Anas/Koransn)

PALI, KoranSN

Adanya keluhan dan kekhawatiran sejumlah warga terhadap pemasangan JarGas Induk yang tidak sesuai standar membuat DPRD Kabupaten PALI angkat bicara.

Seperti yang dikatakan Ketua komisi II DPRD Kabupaten PALI, Irwan ST. Dirinya mengingatkan pihak yang mengerjakan Jaringan Gas (JarGas) di Kabupaten PALI untuk bekerja sesuai prosedur.

Ditambahkannya, adanya penggalian tanah untuk memasang sambungan JarGas tersebut menyebabkan kerugian daerah, seperti diantaranya; saluran air yang pecah dan belum dibenahi.

“Kerugian daerah sering air pecah (saluran air pecah), itu harus dirapihkan. Kalau pihak yang mengerjakan omong diperbaiki, tapi jaminannya apa kalau dia sudah memperbaiki, kemudian bekas penggalian itu diperbaiki,” kata Ketua DPD Golkar PALI ini, Senin (30/10/2017).

Baca Juga :   DPRD Sahkan APBD PALI Rp 805 Miliar

Disinggung adanya ke khawatiran warga terhadap penutupan JarGas tidak sesuai standar dan mengancam keselamatan. Politisi partai berlambang pohon beringin itu menegaskan, agar pihak yang mengerjakaan JarGas harus berkerja dengan standar dan spesifikasi pembangunan JarGas.

Terpisah, Wakil Ketua II DPRD Kabupaten PALI, H Darmadi Suhaimi SH pun akan sesegera mungkin melakukan pengecekan di lokasi penggalian dan penanaman jaringan induk gas tersebut.

“Kita akan cek ke lapangan dengan adanya masyarakat yang mengeluh tidak standar safety pemasangan JarGas. Apabila memang hal itu benar adanya, bisa saja sewaktu-waktu akan membahayakan masyarakat yang berada tinggal di sekitar jaringan induk JarGas,” ujar Politisi PAN.

Baca Juga :   Optimalkan BUMDes untuk Bangkitnya Ekonomi Desa di OKI

Ia mengatakan, bahwa untuk menentukan standar atau tidaknya safety pemasangan itu, pihaknya menyerahkan kepada pihak yang memahami di bidang tersebut.

“Kalau yang sudah terpasang (tidak standar), kita tegaskan untuk dilakukan pembongkaran ulang. Sebab, ini menyangkut keselamatan masyarakat di sekitar jaringan induk tersebut. Jadi tidak ada toleransi kalau memang hal itu tidak sesuai dengan standar safety agar dibongkar,” jelas Darmadi. (ans)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Sosialisasi Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Republik Indonesia

Publisher : Apriandi

Avatar

Lihat Juga

Forum Pengusaha Orgen Tunggal di Empat Lawang Berharap Larangan Manggung Dicabut

Empat Lawang, KoranSN Para pengusaha orgen tunggal (OT) di Kabupaten Empat Lawang yang mengatas namakan …