Dewan Pertanyakan Undangan Panen Raya

tampak kondisi cetak sawah beberapa waktu yang lalu. (foto-anasrul/koransn.com)

PALI, KoranSN

Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten PALI Drs. Soemarjono, mempertanyakan undangan panen raya terhadap 1030 Hektar (Ha) lahan sawah yang terletak di Desa Pengabuan Kecamatan Abab Kabupaten PALI. Menyusul hingga detik ini, pihaknya belum menerima undangan terhadap gelaran panen raya.

“Pas tanam raya pada bulan September lalu kita diundang. Nah, hingga hari ini kita belum lagi menerima undangan terkait panen raya. Padahal, jarak antara tanam hingga saat ini sudah memakan waktu hampir enam bulan,” ungkap politisi PDIP didampingi Iip Fitriansyah, ST MT ketika dibincangi SN di ruang kerjanya, Senin (6/3/2017).

Menurutnya, Dewan menyayangkan dinas terkait lamban dalam mengatasi permasalah tersebut. “Kabarnya dari 1030 Ha lahan sawah tersebut, hanya 200 Ha yang ditanam. Nah, kita juga belum mengetahui apakah sudah panen atau belum,” ungkapnya.

Terpisah, M. Sofa Sudi, SH mantan kepala desa Pengabuan meminta kepada pemerintah agar lahan yang telah dicetak tersebut dikembalikan seperti semula. Karena menurutnya, sawah warga Desa Pengabuan menjadi rusak dan tidak bisa dipanen lagi.

Baca Juga :   Perempuan Dituntut Berperan Ganda

“Sebelum dicetak sawah seperti itu, warga Desa Pengabuan setiap tahunnya selalu panen. Namun setelah dicetak dan dibuat kanal-kanal kemarin, sawah warga menjadi kering dan tahun ini menjadi gagal panen. Kami minta lahan sawah tersebut dikembalikan seperti semula,” tegasnya.

Selain itu, dalam pengamatan Sofa di lokasi pencetakan sawah tampak tidak diurusi lagi. “Coba lihat sekarang, banyak rumput-rumpuh setinggi 1 hingga 2 meter di lokasi cetak sawah. Apalagi saya mendapat info, bantuan pupuk yang diberikan ke Gapoktan setempat ada yang dijual. Inikan jadi tidak sesuai dengan rencana awal,” pungkasnya.

Sebelumnya diberikan, pada tanggal 22 September lalu dilakukan tanam raya antara pihak pemerintah kabupaten PALI dan TNI. Hadir pula dalam kesempatan itu, DPRD PALI dan perusahaan dan warga setempat.

Menanggapi hal ini, kepala Dinas Pertanian kabupaten PALI Torus Simbolon menuturkan, sebagian sawah telah ditanami pada bulan Oktober 2016 lalu, namun akibat banjir yang melanda pada bulan November, sebagian sawah tersebut mengalami kerusakan dan dipastikan harus menanam ulang. Sedangkan sisanya sudah ada yang siap panen.

Baca Juga :   Pemkab Mura Terbitkan Surat Edaran Khusus Corona ke Imigrasi

“Lahan yang mengalami kerusakan akibat banjir, bakal ditanami kembali oleh petani dengan bantuan pemerintah kabupaten PALI yang menyiapkan bibit, pupuk serta peralatan penunjang lainnya,” katanya, saat di konfirmasi.

Untuk mengatasi lahan yang sudah dicetak, dan belum selesai dibagikan kepada masyarakat, pihaknya juga bakal menggandeng Koperasi TNI untuk bersama-sama masyarakat menggarap lahan yang tersebut, dengan catatan seluruh masyarakat setuju, agar lahan tersebut tidak terbengkalai.

“Dalam waktu dekat ini,kita akan garap kembali lahan yang sudah ditanam namun rusak karena banjir pada bulan November lalu, untuk kemudian ditanam kembali dengan dibantu sepenuhnya oleh pemerintah daerah, menggunakan peralatan yang sudah ada. Karena kita telah menyiapkan bantuan bibit selama tiga kali musim tanam,” ungkap Torus. (ans)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Sosialisasi Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Republik Indonesia

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Tuntaskan Pembangunan Jembatan Ogan IV yang Sempat Mangkrak

Baturaja, KoranSN Komitmen Gubernur Sumsel H Herman Deru untuk menyelesaikan sejumlah proyek fisik yang tak …