Dhea: “WFH” Lahirkan Inovasi Baru





Dwi Rahayu Edi Putri.(foto-istimewa)

Bagi pemilik nama lengkap Sartika Dwi Rahayu Edi Putri Work From Home atau yang sering disingkat WFH adalah kegiatan rutin yang telah dijalani hingga kurang lebih 4 bulan terakhir dikarenakan kebijakan dari kantor. WFH menurut wanita yang akrab disapa Dhea ini
memiliki pro dan kontra, apabila mengikuti kebijakan pemerintah yang berlaku WFH dapat dijadikan sebagai cara untuk memutuskan rantai pandemic sehingga tetap bekerja seperti biasa namun dilakukan secara daring dan tetap berada dirumah adalah hal yang sangat efektif bagi dirinya.

Bahkan dikatakan wanita kelahiran Palembang, 15 September 1997 ini adanya WFH pun telah melahirkan banyak inovasi yang disesuaikan dengan era new normal sehingga membuat lebih terbiasa dengan menjadikan semua nya serba digital. Namun, mengenai kontra dari WFH mungkin dapat mewakili suara dari beberapa perusahaan yakni adanya pengurangan karyawan, dikarenakan WFH tidak dapat diterapkan di semua perusahaan seperti manufaktur dan transportasi karena banyaknya pekerjaan lapangan, sehingga hal ini menjadikan banyaknya perusahaan di dunia mengurangi lapangan kerja hingga terjadinya pemorosatan ekonomi.

“Harapan saya sebagai masyarakat Indonesia, untuk kita lebih bersyukur atas apapun yang kita dapatkan. Terus bangkit dan pandang sekitar, bahwa masih banyak yang jauh lebih membutuhkan dari kita. Yakinlah, bahwa badai corona akan segera berlalu, apabila kita satu suara dan bersama bergotong-royong mengembalikan dunia menjadi lebih damai,”harap wanita yang pernah menjadi Ketua Pelaksana Event “Gema Nusantara” ini.

Baca Juga :   Drive Optimistis Dengan Industri Musik Indonesia

Obsesi terbesar dalam hidup dan pekerjaan bagi finalis presenter ini adalah tantangan. Karena bagi Dhea melalui tantangan dalam hidup menjadikannya dapat belajar untuk meraih sesuatu yang diinginkan. Apabila gagal atau jatuh, tantangan akan selalu melekat di hidup untuk terus bangkit.

“Dengan adanya tantangan, saya melatih mental, fikiran dan jasmani saya untuk semuanya aktif dalam mencapai tujuan. Tantangan menjadikan saya dewasa dalam bertindak, memilih dan menggapai mimpi,”tutur wanita kelahiran Palembang, 15 September 1997 ini.
Tantangan yang dihadapai penyuka warna biru ini juga ditemukan di tempatnya bekerja saat ini sebagai Corporate Communication di salah satu operator ternama di Indonesia. Sebelum bekerja ia mengawali karir saat masih duduk di bangku kelas 11 SMA dan pada tahun 2014 saat itu, adanya audisi presenter di stasiun TV Lokal di Palembang. Wanita yang hobi berwisata, fotografi dan membaca ini kemudian mencoba ikut audisi presenter setelah melalui beberapa tahap penyaringan dari ratusan lebih peserta dinyatakan lulus sebagai finalis termuda untuk menjadi bagian keluarga presentersalah satu tv lokal dan mengisi berbagai program yang ada di tv tersebut seperti Hard News hingga Soft News.

Baca Juga :   Jaguar Buka Pemesanan F-Pace SVR

“Melalui presenter saya menemukan passion saya untuk mengasah Kembali dengan memilih jurusan Ilmu Komunikasi sebagai latar belakang pendidikan, hingga akhirnya bekerja di salah satu operator pada divisi yang sesuai dengan Pendidikan yang saya tempuh yakni Corporate Communication hingga saat ini,” tutur wanita yang pernah menjadi Ketua Pelaksana Event “Gema Putri Kartini” dan Ketua Media Partner Event “Creative Communication in Public Relation” bersama Eko Sulistyo (Deputi IV Staf Presiden Bidang Komunikasi Politik dan Diseminasi Informasi)” ini. (ima)





Publisher : Awid Durrohman

Lihat Juga

Tipe Kendaraan yang Paling Banyak di Cari di Pasar Mobkas

Jakarta, KoranSN OLX Autos Indonesia sebagai perusahaan digital untuk pembelian dan juga penjualan kendaraan bekas …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!