Di Muratara, Sedikitnya Terjadi 9 Kasus Sengketa Antara Perusahaan dan Masyarakat









Kabag Tapem Setda Muratara, Firdaus. (foto-sunardi/koransn.com)

Muratara, KoranSN

Sedikitnya ada 9 kasus atau permasalahan antara perusahaan dengan masyarakat dalam wilayah Kabupaten Muratara. Hal ini diungkapkan oleh Kabag Tapem Pemkab Muratara, Firdaus, Kamis (28/12/2017).

Ia mengatakan, untuk menyelesaikan konflik tersebut, Pemkab Muratara telah memfasilitasi dan mediasi kedua pihak untuk mencari solusi dari permasalahan.

“Jumlah kasus sengketa lahan antara masyarakat dan perusahaan ada 9 kasus, seperti ketiga PT Lonsum, yakni PT Lonsum Mentari kulin, Lonsum Riam indah, Lonsum Gemang dengan permasalahan yang sama dugaan melakukan pengklaiman lahan warga. Sedangkan PT Agro Muara Rupit ada dua permasalahan, yakni dugaan mengklaim lahan warga di Desa Remban dan Desa Rantau Kadam,” ungkap Firdaus.

Selanjutnya kata Firdaus, konflik juga terjadi antara warga dengan PT SAP yang sampai sekarang belum membentuk plasma, sedangkan PT PSL dugaan mengklaim lahan warga. PT PPA di daerah Biaro belum ada plasma, terakhir PT BBS juga belum memiliki plasma.

“Langkah-langkah yang telah dilakukan pemkab melalui Tapem memfasilitasi antara masyarakat dengan perusahaan dan menjembatani apabila ada bukti kuat dari masyarakat dan tidak pernah ganti rugi atau tidak menerima konpensasi dari perusahaan maka pemerintah selaku eksekutornya,” ujarnya.

Jika masyarakat dilemahkan oleh perusahaan, maka pemerintah meminta perusahaan untuk ganti rugi, itupun kalau masyarakat mau. Pada umumnya, kasus terhadap perusahaan tersebut limpahan dari Kabupaten Mura.

“Tugas kita berat, perusahaan terkesan mengabaikan pemerintah. Sehingga ada salah satu permasalahan dibantu bahkan diambil alih oleh komisi IV DPR RI yang meminta perusahaan mengganti rugi lahan masyarakat dan diberikan waktu selama 2 bulan,” terangnya.

Baca Juga :   Kapolda Sumsel Resmikan Mess Bintara

Ia meminta semua perusahaan atau investor yang berinvestasi di wilayah Kabupaten Muratara untuk berinvestasi dengan baik dan mentaati aturan berlaku. “Kami minta berinvetasi lah dengan baik. Sehingga kita saling menguntungkan,” ungkapnya.

Sementara Sekda Muratara Abdullah Matcik, mengintruksikan kepada seluruh camat dan kades untuk segera membantu menyelesaikan permasalahan di kalangan masyarakat.

“Camat dan pemerintah desa harus aktif. Melihat langsung dan dilakukan pencarian solusi yang terbaik terhadap masalah masyarakat,” katanya. (snd)











Publisher : Imam Ndn

Lihat Juga

550 Paket Sedekah ASN OKI untuk Kaum Dhuafa

Kayuagung, KoranSN Sebanyak 550 paket bahan pokok hasil dari pengumpulan sedekah ASN di Kabupaten OKI …

error: Content is protected !!