Diduga Dendam Lama, Sangkut Bunuh Tetangganya Sendiri





UNGKAP KASUS – Kapolresta Palembang, Kombes Pol wahyu saat menggelar ungkap kasus pembunuhan yang dilakukan tersangka Sangkut. (Foto-Deni/Koransn)

Palembang, KoranSN

Kapolresta Palembang, Kombes Pol Wahyu Bintono Hari Bawono, Selasa (10/1/2017) mengatakan, motif pembunuhan korban Mulyadi yang dilakukan tersangka Sangkut diduga disebabkan dendam lama antara keduanya yang tak lain saling bertetangga.

Menurut Wahyu, tersangka sakit hati dengan korban karena beberapa bulan lalu korban Mulaydi sempat melaporkan tersangka ke polisi atas dugaan pengrusakan hingga membuat tersangka harus dipenjara.

Lanjutnya, setelah bebas dari tahanan, tersangka ternyata masih menyimpan dendam dengan korban. Dimana setiap kali bertemu, tersangka dan korban ini menunjukan wajah yang saling membenci.

“Karena rumah tersangka dan korban bersebelahan, jadi setiap bertemu tersangka ini melihat korban selalu terbawa emosi, sehingga puncaknya saat Minggu malam (8/1/2017) pukul 19.30 WIB, tersangka yang sedang duduk di teras rumahnya melihat kedatangan korban dan menegurnya,” kata Kapolres.

Korban yang tak terima ditegur tersangka, lanjut Kapolresta, langsung membentak tersangka hingga terjadilah keributan. Dimana sebelum keributan terjadi, tersangka terlebih dulu sudah mempersiapkan pisau dan disembunyikannya di balik punggung.

“Korban yang tak sempat melawan langsung dihabisi tersangka secara membabi buta,” jelasnya.

Sedangkan saat disinggung adanya dugaan gangguan kejiwaan yang dialami tersangka, Kapolresta menuturkan, untuk membuktikan itu, pihaknya akan melakukan tes kejiwaan terhadap tersangka.

Baca Juga :   6 Kali Mencuri Uang Kotak Infak Masjid, Oknum Pelajar Ditangkap

“Hasilnya nanti akan kita kembangkan untuk mencari kebenaran dugaan tersebut. Tersangka akan dijerat Pasal 338 ayat (3) KUHP junto Pasal 351 ayat (3), Pasal 340 KUHP dengan ancaman hukuman diatas 10 tahun penjara,” tandasnya.

Sementara, Samsiah alias Any (48), ibu dari tersangka Sangkut yang turut mendatangi tersangka di Polresta Palembang menjelaskan, jika pembunuhan yang dilakukan anaknya tersebut diduga karena anaknya sakit hati pada korban lantaran korban sudah dua tahun tak membayar hutang sebesar Rp 600 ribu kepadanya (Any).

“Tahun 2015 lalu korban meminjam uang kepada saya dan hingga kini belum dibayar. Hal itulah yang diduga membuat anak saya sakit hati dan nekat membunuh korban. Anak saya ini memang terganggu jiwanya, namun meskipun begita, dia (Sangkut) tak pernah mengganggu orang. Dua tahun lalu anak saya pernah di rawat di rumah sakit jiwa,” jelas ibu tersangka.

Diberitakan sebelumnya, tersangka yang merupakan tetangga korban ini menghabisi nyawa korban, pada Minggu malam (8/1/2017) pukul 19.30 WIB dengan menggunakan pisau. Secara membabi buta tersangka menikam tubuh korban, hingga korban mengalami puluhan luka tusuk di sekujur tubuhnya.

Baca Juga :   Sebelum Ditemukan Tewas, Orang Tua Sebut Anaknya Sempat Ikuti Vaksinasi di Sekolah

Dari hasil penyelidikan akhirnya tersangka berhasil ditangkap jajaran unit Pidum Polresta Palembang, pada Senin pagi (9/1/2017) pukul 8.30 WIB di tempat persembunyiannya di rumah neneknya, yang berada di kawasan Sungai Buaya PU Kertapati, Palembang.

Ketika diamankan, tersangka Sangkut yang tinggal di Jalan Lettu Kasim Kadir Lorong Harapan III RT 11 RW 03 Kelurahan Gandus Kecamatan Gandus ini mengaku dirinya nekat membunuh korban hanya lantaran mendengar cerita para tetangga jika korban hendak melaporkannya kembali ke polisi.

“Sebelum kejadian, saya melihat korban baru pulang dari bekerja. Saat itu, korban hendak masuk kedalam rumahnya, namun karena penasaran dengan omongan tetangga, saya mempertanyakan kebenarannya pada korban. Ketika ditanya, korban hanya diam tak sedikitpun menjawab pertanyaan saya,” jelasnya.

Dilanjutkan tersangka, oleh karena itulah, ia gelap mata dan langsung mengeluarkan pisau yang sebelumnya sudah dipersiapkannya dibalik punggung.

“Di sana, saya tak bisa menahan emosi, tak tahu berapa kali saya menikam korban. Setelah kejadian itu, saya langsung kabur ke rumah nenek di kawasan Sungai Buaya,” tutupnya. (den)





Publisher : Apriandi

Lihat Juga

Mahfud MD: Penurunan Indeks Persepsi Korupsi Jadi Kerisauan Pemerintah

Bantul, KoranSN Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) RI, Mahfud MD mengatakan, bahwa …

error: Content is protected !!