Diduga Kelainan Seks, Security Cabuli Siswa SMP

Tersangka Rizki Agus Sukarno saat diamankan di Polresta Palembang. (Foto-Deni/Koransn)

Palembang, KoranSN

Diduga memiliki kelainan dalam berhubungan (seks), Rizki Agus Sukarno (33), security disalah satu SMP di kawasan Plaju, Selasa (7/3/2017) nekat mencabuli korban ‘CPW’ (13), siswa kelas VIII di sekolah tempatnya bekerja.

Perbuatannya, mengantarkan tersangka yang masih berstatus bujangan ini kedalam tembok penjara, setelah keluarga korban tak terima dan melaporkan tersangka ke SPK Terpadu Polresta Palembang.

Informasi yang dihimpun, perbuatan keji tersangka terungkap setelah korban ‘CPW’ menceritakan semuanya kepada kakak kandungnya bernama Eko Marli Setyohadi (26). Mendengar cerita adinya tersebut, Eko sempat geram dan mencoba mencari keberadaan tersangka namun tak menemuinya.

Eko yang tak menemui tersangka, langsung mendatangi Polresta Palembang dan melaporkan perbuatan tak pantas tersangka ke pihak berwajib. Polisi yang menerima laporan langsung bergerak cepat melakukan penyelidikan dan berhasil meringkus tersangka di kediamannya di Jalan Sentosa Kelurahan Sentosa Kecamatan Plaju.

Baca Juga :   Beradu Dengan Mobil, Yoga Alami Luka Serius

Ditemui disalah satu ruangan di Polresta Palembang, tersangka mengakui perbuatannya. Menurut tersangka, ia mencabuli korban lantaran tergiur dengan kemolekan tubuh korban. “Sebenarnya, itu saya lakukan karena korban juga mau. Kenapa saya bilang mau, karena saat kejadian ketika saya meminta korban buka pakaiannya, korban mau untuk membukannya. Memang awalnya korban sempat menolak, namun ketika saya minta lagi, korban mau membuka semua pakaiannya,” jelasnya dengan tangan terborgol.

Dilanjutkannya, perbuatan tersebut sudah dilakukannya untuk kedua kalinya kepada korban. “Ini kedua kalinya, saya melakukan itu sama korban,” akunya.

Sementara, Eko Marli Setyohadi (26), kakak kandung korban menjelaskan, sebelum melancarkan aksinya tersangka terlebih dulu mengajak korban jalan-jalan dikawasan komplek perusahaan negeri di Plaju. Ketika, melintasi sebuah rumah kosong, tersangka ini menarik paksa korban ke dalam rumah itu dan memaksa adiknya untuk melucutkan semua pakaian yang sedang dikenakan adiknya.

“Adik saya sempat menolak, keinginan tersangka. Namun, karena diancam dengan terpaksa adik saya menangis dan menuruti kemauan tersangka. “Adik saya sempat bilang sama tersangka, dia tak mau buka pakainya. Tapi tersangka ini memaksa dan mengancam adik saya. Setelah tersangka langsung menggesek-gesekkan kemaluannya ke kemaluan korban,” jelas kakak korban tersebut.

Baca Juga :   Pelajar SMA Dibunuh, Mayatnya Dibuang ke Dalam Sumur di Talang Kelapa Banyuasin
Kasat Reskrim Polresta Palembang, Kompol Maruly Pardede. (Foto-Deni/Koransn)

Sementara, Kasat Reskrim Polresta Palembang, Kompol Maruly Pardede mengatakan, setelah pihaknya mendapatkan laporan tersebut, unit Reskrim Perlindungan Perempuan dan Anak Polresta Palembang langsung memburu dan berhasil menangkap tersangka.

“Atas perbuatannya yang bersangkutan dapat dijerat pasal perlindungan anak dibawah umur UU No 35 tahun 2014 dengan ancaman lima belas tahun penjara,” tandas Kasat Reskrim. (den)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Sosialisasi Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Republik Indonesia

Publisher : Apriandi

Avatar

Lihat Juga

KPK Turut Sita Empat Mobil dan Tanah Kasus Korupsi Pengadaan CSRT

Jakarta, KoranSN Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) turut menyita empat unit mobil serta tanah dan bangunan …