Diduga Korupsi DAK, 3 Pejabat Disdikbud Dijebloskan ke Penjara Rutan Pagaralam

Tersangka dugaan korupsi DAK saat hendak dibawah ke Rutan Pagaralam. (Foto-Asnadi/KoranSN)

Pagaralam, KoranSN

Kejari Kota Pagaralam, Senin (10/12/2018) menjebloskan tiga pejabat Dinas Pendidikan dan Budaya (Disdikbud) yang merupakan tersangka dugaan korupsi Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2017 ke penjara di Rutan Pagaralam.

Adapun ketiga tersangka tersebut yakni; tersangka ‘MJ’ yang menjabat pengguna anggaran (PA) sekaligus Kadisdikbud Kota Pagaralam, ‘MP’ selaku PPTK yang juga merupakan Kasi Sapras serta tersangka ‘BA’ selaku KPA dan PPK yang menjabat sebagai Kabid Dikdas Pagaralam.

Berdasarkan hasil audit BPKP, akibat dugaan perbuatan ketiga tersangka dalam dugaan kasus ini menimbulkan kerugian negara senilai Rp 284 juta.

Kajari Kota Pagaralam, H Jaja didampingi Kasi Intel Agustinus Gabriel melalui Kasi Pidum, Willy Pramudya mengatakan, setelah memenuhi semua kelengkapan dari hasil pemeriksaan ada tiga pejabat Diknasbud Kota Pagaralam ditetapkan tersangka.

Baca Juga :   Warga Lampung Diciduk Usai Aksi Cabulnya Dipergoki

“Ada tiga pejabat Diknasbud kita tetapkan tersangka yakni ‘MJ’ yang menjabat PA sekaligus Kadisdikbud Kota Pagaralam,” kata dia.

Kemudian kata dia, dua tersangka lainnya yakni ‘MP’ selaku PPTK yang juga merupakan Kasi Sapras, serta ‘BA’ selaku KPA dan PPK yang menjabat Kabid Dikdas.

“Setelah ditetapkan tersangka dan berkas pemeriksaan dinyatakan lengkap, ketiga tersangka ditahan atas dugaan korupsi pembangunan sarana prasarana yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2017 beberapa sekolah di Kota Pagaralam hingga menyebabkan kerugian negara Rp 284.600.000,” ujar dia.

Menurut dia, ketiga tersangka terlibat perkara dugaan pemotongan 20 persen pencairan anggaran setiap pekerjaan serta pungutan untuk pembuatan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) sebesar Rp 29.400.000.

Lanjut dia, ketiga tersangka diancam Pasal 2 dengan ancaman maksimal 20 tahun penjara dan Pasal 3 dengan ancaman 15 tahun penjara dan Pasal 12 (e) dan Pasal 12 (f) yang ancamannya maksimal 12 tahun penjara.

Baca Juga :   Kapolda Deadline 14 Hari Tangkap Penembak Kanit Reskrim di OKI Hidup Atau Mati!

“Proyek ini 2017 saat Disdikbud Kota Pagaralam mendapatkan alokasi DAK sebesar Rp 2,471.000.000 untuk 4 sekolah,” ungkap di.

Masih dikatakan Djaja, penyidikan terhadap perkara ini sudah dilakukan sejak bulan Mei 2018 lalu, akan tetapi sedikit terlambat prosesnya karena menunggu audit dari BPK.

“Namun dengan pemeriksaan 30 saksi dan kelengkapan dokumen, maka perkara ini bisa selesai dan ketiga tersangka kini resmi ditahan di Rutan Pagaralam menunggu lengkap berkas, setelah itu baru dilimpahkan ke PN Tipikor di Palembang,” tandasnya. (asn)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Sosialisasi Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Republik Indonesia

Publisher : Apriandi

Avatar

Lihat Juga

PK Kembali Panggil Dua Pegawai WIKA Kasus Jembatan Waterfront City

Jakarta, KoranSN Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Rabu kembali memanggil dua pegawai PT Wijaya Karya (WIKA) …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.