Diduga Malpraktek, Oknum Dokter Klinik Dilaporkan ke Polisi

Lokasi praktek tempat dokter ‘W’. (foto-ashadi/koransn.com)

Martapura, KoranSN

Diduga melakukan Malpraktek yang mengakibatkan seorang pasien atas nama Padil meninggal dunia, salah seorang oknum dokter berinisial ‘W’, dilaporkan ke polisi oleh keluarga korban.

Oknum dokter yang membuka praktek di Klinik Griya Sehat Paria di kawasan Kota Baru Martapura dilaporkan lantaran diduga sudah melakukan salah tindakan dalam menangani pasien.

Hipzin, kakak kandung korban yang melaporkan oknum dokter tersebut ke polisi mengatakan, dugaan tewas adiknya karena disebabkan kelalaian ‘W’ bermula terjadi Selasa lalu (6/6/2017). Saat itu, ‘W’ yang menangani korban membuat kesimpulan jika luka tusuk senjata tajam yang di derita korban hanya merupakan luka biasa.

“Bahkan dokter ‘W’ itu menjamin dalam 2 hari adik saya bisa sembuh. Merasa ingin adik kami sembuh, jadi saya serta keluarga berencana ingin merujuk korban korban ke RSUD Ibnusutowo Baturaja namun dokter ‘W’ itu enggan memberikan surat rujukan kepada kamai dengan alasan karena permintaan keluarga pasien bukan atas ke hendak dokter,” terang Hipzin.

Tak hanya itu, lanjut Hipzin, ‘W’ hanya memberikan catatan obat yang ditulisnya pada secarik kertas biasa. Namun, catatan hasil rekam medis tak disertakan ‘W’ kepada pihak keluarga.

Baca Juga :   Kompoltan Pengedar Sabu di Pagaralam Dibekuk

“Kami saat itu, bahkan ingin membayar catatan rekam medis adik kami tersebut namun namun ‘W’ tetap saja masih tidak ingin memberikannya. Padahal, dalam aturannya catatan rekam medis tersebut merupakan hak pasien. Atas keanehan ini kami menilai ‘W’ sudah dengan sengaja melakukan pelanggaran pada Pasal 47 UU No 29 tahun 2004 tetang praktik kedokteran yang isi rekam medis merupakan milik pasien,” menurut Hipzi.

Bahkan, lanjut Hipzi, tak hanya tentang catatan rekam medis, oknum dokter tersebut juga sudah melanggar Pasal 51 huruf b yang mewajibkan seorang dokter untuk merujuk pasien pada dokter yang mempunyai keahlian atau kemapuan lebih baik apabila tidak mampu melakukan pemeriksaan atau pengobatan.

“Saat itu, oknum dokter tersebut tetap ngotot, jika adik saya hanya mengalami luka biasa tanpa resiko,” katanya.

Namun, paktanya buntut dari diduga adanya keterlambatan penanganan ini akhirnya membuat korban Padil meninggal dunia menjelang dilakukan tindakan operasi oleh tim dokter RSUD Ibnusutowo, akibat luka tusuk yang diderita korban tembus ke jantung hingga terjadi penumpukan cairan pada paru-paru korban.

Menurut Hipzi, penyebab korban meninggal ini bedasarkan hasil rekam medis serta poto rongsen dan scen yang dilakukan oleh tim medis RSUD Ibnusutowo.

Baca Juga :   Oknum PNS Cabul Gerayangi Tetangga Sendiri

“Sebagai kakak kandung korban, saya mengaku sudah membuat laporan di Mapolres OKUT. Laporan saya sudah tertuang dalam bukti lapor No.TBL-B/56/VI/ 2017 tanggal 12 juni 2017. Hal ini saya lakukan, karena dokter ‘W’ sudah melanggar SOP dalam berpraktek dan melakukan tindak pidana sesuai KUHP atas perbuatanya yang mengakibatkan orang lain meningaldunia,” terangnya.

Dijelaskannya, laporan polisi sudah dibuatnya sejak satu bulan lalu namun sampai sekarang belum ada tindak lanjut.

“Mungkin penyidik masih banyak kesibukan hingga muncul kesan penaganan kasus ini sedikit lamban, tapi saya yakin bakal ada tindak lanjut. Bahkan persoalan Malpraktrk ini juga akan saya bawa ke Majlis Kehormatan Displin Kedokteran Indonesi (MKDKI),” tandasnya. (had)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Penyidik KPK Bawa Tiga Koper dari Kantor PUPR Sulawesi Selatan

Makassar, KoranSN Penyidik KPK membawa tiga koper diduga berisi dokumen-dokumen pendukung barang bukti dari penggeledahan …