Diduga Masalah Hutang Narkoba, Napi Lapas Merah Mata Dianiaya Oknum Sipir Hingga Tewas





Jenazah korban Bisan Azhari saat berada di Rumah Sakit Bhayangkara Palembang untuk dilakukan pemeriksaan. (foto-dedy/koransn.com)

Palembang, KoranSN

Bisan Azhari (43), Narapidana (Napi) kasus narkoba Lapas Merah Mata Palembang tewas usai dianiaya oknum sipir berinisial ‘JN’ (34). Tak terima atas kejadian tersebut, Rabu (21/3/2018) isteri korban Holijah (42), membuat laporan kepolisian ke Polda Sumsel.

Laporan korban yang tercatat sebagai Lorong Harapan Kelurahan 13 Ulu Kecamatan SU II Palembang ini diterima petugas SPKT Polda Sumsel dengan nomor LP: LPB/243/III/2018/SPKT, dengan terlapor ‘JN’ oknum sipir di Lapas Merah Mata Palembang.

Zunaidi (55), kakak kandung korban saat mendampingi isteri korban melapor ke Polda Sumsel mengatakan, korban tewas, Selasa malam (20/3/2018) saat dirawat di RSMH Palembang. Sebelum meninggal dunia korban telah dioperasi kemudian dirawat selama lima hari di rumah sakit.

“Belum lama ini korban cerita kepada saya, jika di dalam Lapas korban mengaku sering dianiaya oleh ‘JN’, yang merupakan oknum sipir. Hal itu terjadi karena adik saya Bisan Azhari ini memiliki hutang narkoba senilai Rp 6 juta kepada ‘JN’,” katanya.

Baca Juga :   Kawanan Perampok Bersenpi di Lahat Ditangkap

Diceritakannya, berdasarkan penuturan korban saat masih hidup, hutang narkoba tersebut bermula saat ‘JN’ meminta kepada korban untuk menjualkan narkoba di dalam Lapas.

“Kemudian, Almarhum menyanggupinya. Berjalannya waktu ternyata narkoba senilai Rp 6 juta yang dijualkan korban secara bertahap di Lapas tersebut tidak dibayar oleh para pembelinya. Tak lama kemudian, saat ‘JN’ menagih uang penjualan narkoba, korban menyampaikan jika uangnya tidak ada sehingga membuat ‘JN’ memukuli kepala dan tubuh korban berkali-kali. Dari lukanya, kami menduga jika Almarhum dipukuli ‘JN’ menggunakan besi,” ungkapnya.

Diungkapkannya, adapun luka yang diderita korban yakni, luka memar di bagian kepala, di tubuh dan di kaki. Dari itulah saat dibawa ke rumah sakit korban langsung dioperasi lantaran terdapat gumpalan darah di kepala.

Baca Juga :   KPK Selamatkan Aset Negara di Maluku Capai Rp 1 Triliun

“Adik saya ini ditangkap tahun 2014 dalam kasus narkoba. Selama di Lapas, korban selalu menyampaikan kepada saya jika dia selalu dimanfaatkan oleh ‘JN’ untuk menjual narkoba. Sudah berkali-kali saya nasehati jangan lakukan, tapi karena terpaksa hingga Almarhum melakukannya,” tandasnya.

Publisher : Awid Durrohman

Lihat Juga

Perahu Motor Los Kontak Tujuan Sulsel Berhasil Ditemukan

Palu, KoranSN Kantor SAR Pencarian dan Pertolongan/Basarnas Palu mengatakan perahu motor Hercules yang berlayar dari …