Diduga Mengangkut BBM Illegal, Mobil Pick-up Meledak dan Terbakar

EVAKUASI – Petugas Inafis Polresta Palembang saat mengevakuasi jenazah korban Pembi Fantasy usai koban terbakar dalam kecelakaan. (foto-humas polresta palembang)

Palembang,KoranSN

Mobil jenis pick-up tanpa plat nomor yang diduga mengangkut bahan bakar minyak (BBM) illegal, Senin pagi (24/4/2017) pukul 06.00 WIB meledak dan terbakar di Jalan Mayjend Yusuf Singadekane Kelurahan Keramasan Kecamatan Kertapati.

Atas kejadian itu, Pembi Fantasy (25), warga Desa Ibul Besar II Pemulutan Kabupaten Ogan Ilir (OI) yang tak lain sopir mobil naas tersebut harus tewas mengenaskan, setelah ikut terpanggang saat kobaran api melahap seluruh bagian mobilnya. Sebelumnya, korban bahkan sulit untuk dikenali lantaran semua bagian tubuhnya hangus terbakar.

Kabag Ops Polresta Palembang, Kompol Maruly Pardede mengatakan, peristiwa terbakarnya mobil jenis pick-up yang diduga membawa satu tedmond besar dan puluhan jerigen berisikan minyak illegal itu bermula saat mobil yang dikendarai Pembi datang dengan kecepatan penuh beriring-iringan dengan sebuah mobil jenis pick-up lainnya dari arah Jembatan Musi II menuju ke arah simpang empat Kertapati.

Ketika melintasi lokasi, lanjut Maruly, mobil yang dikendarai Pembi Fantasy ini, tiba-tiba menabrak sebuah trotoar yang ada di lokasi dan mengakibatkan mobil terbalik dan terseret sejauh 10 meter hingga mengeluarkan percikan api.

“Tak lama, terjadi ledakan dari mobil tersebut dan langsung disusul kobaran api yang membumbung tinggi hingga membuat sopir mobil itu, tak sempat menyelamatkan diri dan tewas tepanggang dilokasi kejadian,” jelasnya.Tak hanya menewaskan Pembi Fantasy, kernet korban yang diketahui bernama Didi (21) juga harus dilarikan ke ruang UGD Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Palembang Bari karena mengalami luka bakar yang cukup serius.

“Sementara untuk sopir mobil pick-up lainnya yang saat kejadian beriring-iringan dengan mobil korban, langsung kabur melarikan diri ketika melihat korban Pembi Fantasy hangus terbakar. Saat terjadinya kebakaran, sopir mobil yang kabur yang belum diketahui identitasnya itu sempat berhenti didepan mobil yang dikemudikan korban sekitar 50 meter, namun saat melihat mobil rekannya terbakar, sopir mobil itu langsung kabur melarikan diri. belum diketahui apa yang menyebabkan kaburnya sopir tersebut, kita masih menyelidiki kasus ini,” ujarnya.

Baca Juga :   Uang Suap Diduga Untuk Naik Haji Bupati Banyuasin dan Isteri

Dijelaskan Maruly, api baru bisa dipadamkan 30 menit kemudian setelah dua unit mobil pemadam kebakaran wilayah Gandus didatangkan kelokasi.Kejadian ini juga membuat M Yunus (38), salah seorang pemilik warung pondok es dogan yang berada tak jauh dari lokasi merugi. Pasalnya, tempat yang biasanya dijadikan, M Yunus untuk menafkahi keluarganya hangus terbakar setelah ikut tersambar kobaran api yang membungbung dari mobil korban Fendi.

“Melihat ada mobil terbakar didekat warung, saya langsung menyelamatkan diri. Api dengan cepat menyambar warung saya,” jelas Yunus.Terpisah, jerit tangis pihak keluarga Almarhum Pembi Fantasy (25) pecah saat jenazah korban tiba di Rumah Sakit Bhayangkara Palembang.

Anah (29), kakak perempuan Pembi Fantasy mengungkapkan, Almarhum merupakan adiknya nomor tiga dari empat bersaudara. Sebelum kejadian, malam harinya Pembi berpamitan dengan dirinya dan ibunya untuk bekerja membawa mobil pick-up yang kecelakaan dan terbakar tersebut namun pihak keluarga tak mengetahui apa yang dibawa oleh mobil tersebut.

“Sebelum kecelakaan, adik saya sempat menelpon ibu dan saya. Kemudian adik mengabarkan kepada ibu dan juga saya jika almarhum saat itu sedang membawa mobil pick-up berada di kawasan Gandus, Palembang. Lalu ibu bilang dan berpesan, hati-hati nak yang kemudian telpon ditutup oleh adik saya. Sejak berangkat dari rumah hingga menelpon tersebut, kami tidak tahu apa yang dibawa oleh mobil yang dikendarai adik saya. Sepengetahuan saya, adik saya kerjanya serabutan termasuk membawa mobil, tapi dia itu sopir serep (cadangan),” ujarnya berlinangan air mata.

Masih dikatakan Anah, ia dan keluarga mengetahui adiknya kecelakaan setelah mendapat telpon dari rekan korban yang kemudian dirinya dan keluarga lainnya mengecek korban di Rumah Sakit Bhayangkara Palembang.
“Tapi saat itu kami belum tahu kalau adik saya meninggal dunia. Setelah tiba di rumah sakit, barulah kami tahu jika adik saya meninggal dunia. Dari semua keluarga, yang mendapatkan firasat akan kejadian ini hanyalah kakak kami bernama Pompi, dimana saat itu kakak mimpi jika giginya patah. Tak tahunya pagi harinya kami mendapat kabar jika adik kami kecelakaan,” terangnya.

Baca Juga :   Curi Onderdil Tower Seluler, Tiga Remaja Mendekam di Sel

Sedangkan Mar (40), Bibik dari Pembi Fantasy mengungkapkan, semasa hidup keponakannya tersebut tidak berprilaku aneh dan selalu jujur terhadap orang tua dan keluarga lainnya.”Anaknya lurus dan jujur. Kami juga tak menyangka jika keponakan saya ini akan meninggal dunia seperti ini, seusai dari rumah sakit selanjutnya jenazah Almarhum akan dimakamkan di TPU Dusun Kapuk Pemulutan OI,” ungkapnya sembari menangis.

Sementara Kepala Pos Laka 12603 Musi II, Iptu Supriono ditemui di Rumah Sakit Bhayangkara Palembang mengungkapkan, jika kecelakan tunggal berujung meledak dan terbakarnya mobil pick-up yang dikendarai Pembi Fantasy terjadi di Jalan Mayjen Yusup Singadekane.

“Kecelakan tunggal tersebut terjadi karena Pembi Fantasy yang merupakan sopir mobil pik-up diduga ngantuk sehingga mobil oleng dan menabrak median jalan. Dikarenakan di bak belakan mobil pick-up itu memuat dirigen berisi minyak, hingga saat mobil terbalik body mobil memercikan api lalu minyak di dirigen itu berhamburan, hingga percikan api dengan cepat menyambar dan membakar mobil tersebut. Akibat kejadian ini, Pembi Fantasy tewas terbakar sedangkan kernet mobil tersebut bernama Didik menderita luka bakar yang cukup parah. Kini korban Didi di rawat di Rumah Sakit Bari Palembang,” ungkapnya.

Lebih jauh dikatakan Supriono, dengan adanya muatan minyak di bak mobil pick-up tersebut maka untuk proses penyelidikan selanjutnya dilakukan oleh Satreskrim Polresta Palembang.”Minyak tersebut diduga minyak mentah. Dari itu proses penyelidikan akan dilakukan oleh penyidik Sat Reskrim Polresta Palembang,” tutupnya. (den/ded)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

KPK Cecar Tujuh Saksi Aliran Uang Pengurusan Banprov Untuk Indramayu

Jakarta, KoranSN Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mencecar tujuh saksi terdiri dari anggota dan mantan anggota …