Diduga, Oknum Security Medco EP lakukan penganiyaan

IMG_00000106

 
PALI, SN
Anggota DPRD Kabupaten PALI, H. M. Ubaidilah MS, sangat menyayangkan penganiayaan oleh oknum Security PT Medco terhadap perangkat Desa Pengabuan, Kecamatan Abab, Krisno Kesuma (38) beberapa waktu lalu.

Menurut politisi PAN ini, awal mula kejadian itu hanya masalah sepele  pada tanggal 27 Oktober 2015 lalu, korban  meminta racun api ke petugas Booster PT Medco, untuk memadamkan kebakaran yang tak jauh dari lokasi Boster, di Desa Pengabuan.

Tak lama itu, korban dengan oknum Security PT Medco, cekcok mulut hingga akhirnya, Krisno mendapat pukulan di bagian kening dan hidung hingga mengeluarkan darah dan akhirnya korban melaporkan Ke Polsek Penukal Abab.

“Korban sudah melapor ke Polsek Penukal Abab, karena korban merasa laporan itu tidak ada tindak lanjutnya, akhirnya  mengadu  ke kami sebagai wakil rakyat,” kata ketua Komisi 3 DPRD PALI tersebut, Rabu (11/11).

Mendapat pengaduan itu lanjut DPRD, pihaknya selaku DPRD mencoba melakukan mediasi terhadap kedua belah pihak. Namun, mediasi itu menemukan jalan buntu bahkan pihak PT Medco juga melapor balik ke pihak polisi.

Baca Juga :   Hasil SWAB 19 Warga PALI Negatif

“Kita mencoba melakukan mediasi kepada kedua belah pihak, tapi pihak Medco malah mengadu balik, saya minta pihak polisi memberikan tindak tegas kepada oknum Security dan menyelesaikan kasus tersebut, agar tidak terjadi konflik berkepanjangan antar warga dengan perusahaan minyak itu,” jelas Ubaidilah, seraya mengatakan  agar Satuan Kerja Khusus (SKK) Migas, menegur perusahaan minyak itu.

Maneger Public Affair dan Security Dep, Indonesia West, PT Medco, Sutami menurutnya kejadian ada warga membakar lahan dekat Booster kemudian warga meminta bantuan, mobil pemadam kembaran tetapi pihaknya tidak punya mobil pemadam kebakaran karena itu hanya mengaper stasiun dan selanjut meminta bantuan  PT Adera Pertamina.

“Karena di stasiun tidak punya mobil pemadam kebakaran warga langsung marah, dan pukul petugas kemudian Security datang melerai. Kami sangat terbuka kalau memang ada warga damai antara kedua belah pihak dan membuat pernyataan surat dan tidak mengulangi kejadian itu lagi,” kata Sutami, ketika dihubungi melalui via handphone.

Baca Juga :   Telur dan Ayam Potong di PALI Meroket

Sementara itu, Kapolsek Talang Ubi, AKP Indrowono SH membenarkan kejadian itu, dan kedua belah pihak melaporkan atas kasus pengrusakan dan penganiayaan.

“Kedua laporan tersebut kami terima dan menjalankan sesuai dengan prosedur, dan kita menangani secara profesional, dan mencari jalan alternatif kedua belah pihak(damai),” jelas Indrowono. (ans)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Sosialisasi Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Republik Indonesia

Publisher : Ferdin Ferdin

Avatar
Pewarta Harian Suara Nusantara, www.koransn.com, Mingguan Suara Negeriku.

Lihat Juga

Meski Sudah Zona Orange, Kadinkes PALI Tetap Ingatkan Warga Untuk Patuhi Prokes

PALI, KoranSN Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten PALI, Muhamad Mudakir SKm MKes menghimbau masyarakat PALI …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.