Diduga Preman, 46 Warga Palembang Diangkut ke Polda Sumsel









Wakil Direskrimum Polda Sumsel, AKBP Azis Andriansyah saat mendata dan menginterogasi warga yang terjaring operasi premanisme. (Foto-foto/Dedy/Koransn)

Palembang, KoranSN

Sebanyak 46 warga di Palembang yang diduga preman, Rabu (22/11/2017) diangkut ke Mapolda Sumsel. Mereka diamankan lantaran terjaring Operasi Premanisme yang dilakukan oleh Subdit III Ditreskrimum Polda Sumsel.

Mereka diamankan dari lima lokasi yang dilakukan razia yakni, Pasar 16 Palembang, Pasar Burung Sayangan, Pasar Prumnas Sako, Pasar Cinde serta di kawasan Benteng Kuto Besak (BKB) Palembang.

Usai diamankan, ke 46 orang tersebut dibawa ke Mapolda Sumsel untuk didata dan diambil sidik jari.

Wakil Direskrimum Polda Sumsel, AKBP Azis Andriansyah didampingi Kasubdit III Jatanras, AKBP Elintang Jaya mengatakan, Operasi Premanisme dilakukan dalam rangka menjaga situasi Kamtibmas menjelang Natal dan pergantian tahun baru.

“Seperti kita ketahui jika diakhir tahun, tentunya akan banyak acara yang dirayakan oleh masyarakat. Untuk itulah sejak saat ini kita melakukan antisipasi aksi kejahatan dengan menggelar Operasi Premanisme ini,” terangnya.

Baca Juga :   Tertangkap Tangan Menjambret, Remaja Nyaris Tewas

Menurutnya, dari 46 orang yang diamankan dalam razia yang dilakukan di Kota Palembang, pihaknya tidak mendapati senjata tajam maupun narkoba. Meskipun demikian, pihaknya tetap membawa yang terjaring dalam razia ke Mapolda Sumsel untuk dilakukan pendataan.

Warga yang terjaring razia di ambil sidik jari.

“Semuanya kita data dan kita interogasi. Bahkan dari hasil pendataan yang dilakukan, ada diantara mereka yang diamankan merupakan residivis aksi kejahatan dan baru keluar dari penjara,” ungkapnya.

Lanjutnya, dikarenakan pihaknya tidak mendapatkan barang bukti senjata tajam maupun narkoba maka ke 46 orang yang diamankan tersebut dibebaskan usai dilakukan pendataan di Mapolda Sumsel.

“Semua ini kita lakukan tidak lain untuk menjaga situasi Kamtibmas agar Sumsel, khusunya Kota Palembang tetap aman. Apalagi, sebelum dilakukannya Operasi Premanisme ini, kita juga telah melakukan Operasi Sapu Jagat,” tandasnya.

Baca Juga :   KPK Perpanjang Penahanan Tersangka Edhy Prabowo

Sementara Mamat (37), yang terjaring dalam Operasi Premanisme mengatakan, dirinya diamankan saat sedang bekerja sebagai penjaga parkir di kawasan Pasar 16 Palembang.

“Saya ini memang residivis dan sudah 9 kali masuk penjara karena kasus berkelahi dan bongkar rumah. Namun, sejak terakhir keluar penjara, saya tobat dan tidak mau lagi melakukan aksi kejahatan. Dari itulah selama ini saya bekerja sebagai penjaga parkir di Pasar 16 Palembang,” ungkapnya.

Sedangkan Rustam (27) dan Rasid (32), yang kedua juga terjaring razia mengatakan, jika mereka bekerja sebagai penjaga parkir. Dimana untuk Rustam menjaga parkir di kawasan Cinde, sementara Rasid menjadi penjaga parkir di kawasan Pasar Perumnas Sako.

“Pas lagi jago parkir, ado petugas datang hingga kami diamankan dan dibawa ke Polda Sumsel,” ujar Rustam. (ded)

Tampak 46 orang yang diduga preman saat berada di Polda Sumsel.










Publisher : Apriandi

Lihat Juga

Fakta Baru Pembunuhan di Palembang, Polisi Ungkap Pelaku Masih Sembunyi di Rumah Korban Usai Kejadian

Palembang, KoranSN Fakta baru terungkap, usai membunuh Wasilah (39) dan anak perempuannya usia 14 tahun, …

error: Content is protected !!