Dihantam Ombak, KM Awet Muda Tenggelam di Tanjung Serai



TENGGELAM – Petugas kepolisian saat memeriksa Kapal Motor Awet Muda yang tenggelam di perairan Tanjung Serai Bagan 13 Banyuasin. (foto-Dit Polair sumsel/Basarnas kota palembang)

Palembang, KoranSN

Kapal Motor (KM) merek Awet Muda tujuan Primer 2 Karang Agung Muba – Palembang, Rabu (3/1/2018) pukul 18.00 WIB tenggelam di perairan Tanjung Serai Bagan 13 Kecamatan Banyuasin II Kabupaten Banyuasin. Akibatnya, dua penumpang kapal yakni, Mulyono (27) dan anaknya Bunga (9) tewas di lokasi kejadian, selain itu 12 orang yang terdiri dari serang kapal dan 11 penumpang dinyatakan hilang.

Usai kejadian tim gabungan dari Direktorat Polair Polda Sumsel, TNI, Basarnas, SAR dan Dishub mendatangi lokasi kejadian menolong para korban serta mengevakuasi jenazah Mulyono dan Bunga, yang tercatat sebagai warga Lorong Sei Aur RT 18 RW 04 Kelurahan 9-10 Ulu Palembang ke Rumah Sakit Bhayangkara Palembang untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Bahkan hingga Kamis malam (4/1/2018), tim gabungan masih menyisir lokasi kejadian mencari 11 penumpang dan serang KM Awet Muda yang hilang.

Wakapolda Sumsel, Brigjen Pol Bimo Anggoro Seno mengatakan, tim gabungan masih berada di lokasi untuk mencari para korban yang hilang. Sementara untuk dua jenazah yang ditemukan usai kejadian saat ini telah diserahkan ke pihak keluarga untuk dimakamkan.

Menurut Bimo, perisitiwa tenggelamnya Kapal Motor merek Awet Muda dengan jumlah penumpang 55 orang tersebut tenggelam setelah kapal dihantam oleh ombak setinggi satu meter, hingga membuat kapal pecah lalu tenggelam.

Baca Juga :   Pukul Kepala Tetangga Hingga Pecah, Oknum Mahasiswa Diringkus

“Kejadian ini murni akibat faktor alam yakni cuaca, sebab saat ini di perairan Sungai Musi ombak sedang tinggi-tingginya yakni setinggi 1 meter. Dikarenakan serang kapal tidak tahu tentang cuaca maka kapal tersebut tetap berlayar, namun saat ditengah perjalanan menuju Palembang kapal itu diterjang ombak dan tenggelam,” jelasnya.

Dengan adanya kejadian ini, Bimo berharap agar instansi terkait cepat tanggap apabila cuaca buruk dan ombak tinggi maka diharapkan segera menginformasikan kepada serang-serang kapal untuk tidak berlayar. Hal ini dilakukan agar kedepan kejadian seperti ini tidak terulang kembali.







Publisher : Awid Durrohman

Lihat Juga

Kejati Sumsel Kembali Agendakan Pemanggilan Saksi Dugaan Korupsi Aktivitas Tambang Batu Bara

Palembang, KoranSN Tim Jaksa Penyidik Bidang Tindak Pidana Khusus Kejati Sumsel kedepannya akan kembali mengagendakan …

error: Content is protected !!