Dikenal Daerah yang Seram dan Banyak Buaya Muara



Peti jenazah korban Bunga saat akan dibawa ke rumah duka. (foto-dedy/koransn.com)

Palembang, KoranSN

Perairan Tanjung Serai Bagan 13 Kecamatan Banyuasin II Kabupaten Banyuasin, lokasi Kapal Motor (KM) merek Awet Muda tujuan Primer 2 Karang Agung Muba – Palembang yang tenggelam dikenal warga setempat dengan daerah yang seram.

Bukan hanya itu, menurut warga di lokasi kejadian juga banyak terdapat buaya Muara.

“Lokasi kejadian persis berada di Muara Sungai Tanjung Serai yang banyak terdapat buaya muara dan di lokasi kejadian memang dikenal warga dengan lokasi yang seram, karena di sana merupakan tempat pertemuan air pasang sungai dengan air laut,” ujar Trides, warga Kecamatan Banyuasin II.

Diungkapkannya, arus sungai di lokasi kejadian juga cukup deras, terutama saat air laut sedang pasang.

“Dengan adanya pertemuan air pasang laut dengan air sungai sehingga menimbulkan gelombang air menjadi tak menentu, menyerupai pusaran,” ungkap Trides.

Baca Juga :   Pemeriksaan Kasus Dana Hibah, Kajagung: Kalau Tak Hadir Artinya Fiktif

Terpisah, Kepala Dinas Perhubungan Banyuasin, Ir H Supriadi mengatakan, saat ini tim sedang melakukan proses evakuasi.

“Evakuasi terus berlanjut selama beberapa hari ke depan, namun 11 korban yang dinyatakan hilang belum ditemukan lagi,” ujar Supriadi.

Masih dikatakannya, yang menyulitkan proses pencarian para korban adalah air pasang hingga menyebabkan gelombang tinggi serta arus deras.

“Seluruh tim gabungan terdiri dari, Polair, Angkatan Laut, Dinas Perhubungan serta SAR sendiri termasuk masyarakat terlibat dalam membantu evakuasi,” jelas Kadishub.

Menurut Kadishub, Info yang diterima para penumpang terdiri dari para pedagang. Mereka banyak warga Palembang yang berdagang di Desa Karang Rejo Kecamatan Lalan Kabupaten Banyuasin. Dimana usai berdagang di pasar kalangan para penumpang hendak pulang ke Palembang. Namun diperjalanan kapal yang mereka tumpangi menghantam ombak, tepatnya di Desa Tanjung Serai Kecamatan Banyuasin II Kabupaten Banyuasin.

Baca Juga :   Rumah Yan Anton di Palembang Dikabarkan Digeledah KPK

Dengan adanya kejadian ini, Kadishub menghimbau, agar para operator kapal sungai dan laut serta nelayan waspada. Amati dulu kondisi laut akibat cuaca tidak menentu.

“Kalau kondisi tidak menentu lebih baik kembali dan menunggu sampai kondisi memungkinkan,” tukas Supriadi. (sir)

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Presiden Jokowi: TWK Bukan Dasar Pemberhentian 75 Pegawai KPK

Jakarta, KoranSN Presiden Joko Widodo menegaskan, bahwa hasil Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) tidak dapat menjadi …