Dinas Kesehatan Minta Apotek Tak Jual Obat Mengandung Ranitidin



Gubernur Riau Syamsuar sedang memeriksa Posko Kesehatan di Riau. (foto-antaranews)

Pekanbaru,KoranSN

Dinas Kesehatan Provinsi Riau meminta pengelola apotek secara sukarela berhenti menjual obat lambung yang mengandung Ranitidin menyusul keputusan Badan Pengawas Obat dan Makanan menghentikan sementara peredaran obat jenis tersebut, guna memeriksa cemaran N-nitrosodimethylamine (NDMA) di dalamnya.

“Imbauan ini menindaklanjuti instruksi Menteri Kesehatan. Kami meminta apotek untuk menarik obatnya dan dikembalikan ke pihak penyuplai,” kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau Mimi Yuliani Nazir di Pekanbaru, Minggu (13/10/2019).

“Kami berharap pihak-pihak penyedia obat mematuhi apa yang telah dikeluarkan oleh BPOM,” ia menambahkan.

Baca Juga :   Satgas Penanganan COVID-19 Laporkan Penambahan 10.046 Kasus Baru

Mimi juga mengimbau warga tidak lagi mengonsumsi Ranitidin dan berhati-hati dalam menggunakan obat pereda sakit lambung.

Ada 67 merek obat lambung dalam bentuk injeksi, tablet, dan sirup yang mengandung Ranitidin yang beredar di Indonesia.

BPOM mengimbau warga yang sudah terbiasa mengonsumsi obat yang mengandung Ranitidin berkonsultasi dengan dokter supaya diberi obat pengganti.

BPOM memutuskan menghentikan sementara peredaran obat yang mengandung Ranitidin setelah mendapat pemberitahuan dari Badan Pangan dan Obat-obatan Amerika Serikat dan Badan Obat Eropa mengenai keamanan obat-obatan yang mengandung Ranitidin.

Baca Juga :   Pengamat: Perlu Tindakan Tegas Bagi Pelaku Rapid Test Antigen Bekas

Siaran di laman resmi BPOM menyebutkan bahwa menurut studi global ambang batas NDMA yang diperbolehkan adalah 96 nanogram per hari. Konsumsi NDMA melebihi ambang batas tersebut dalam jangka lama bisa menimbulkan kanker. (Antara/ded)







Publisher : Awid Durrohman

Lihat Juga

Menggiatkan Konsumsi Susu Nasional Untuk Gaya Hidup Sehat

Jakarta, KoranSN Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2021 melaporkan tingkat konsumsi susu per kapita …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.