Dinkes Kendari Tanggapi Bayi Meninggal Usai Ambulans Kehabisan Bensin





Kepala Dinas Kesehatan Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Rahminingrum. (Foto-Antara)

Kendari, KoranSN

Dinas Kesehatan Kota Kendari, Sulawesi Tenggara menanggapi soal adanya bayi baru lahir namun meninggal usai ambulans yang membawanya dari Puskesmas Poasi ke RSUD Kendari mogok akibat kehabisan bensin.

Kepala Dinas Kesehatan Kendari melalui keterangan tertulisnya diterima di Kendari, Senin (14/3/2022) mengatakan bahwa penanganan kelahiran bayi tersebut sudah sesuai standar namun kondisi sang bayi pada saat melahirkan sudah memburuk.

“Penanganan kelahiran bayi (di Puskesmas Poasia Kendari) sudah sesuai standar tapi memang kondisi bayi pada saat lahir sudah sangat tidak baik karena usia kehamilan ibu (bayi) diperkirakan sudah memasuki usia 10 bulan,” katanya.

Baca Juga :   Vaksinasi Anak 6-11 Tahun di Yogyakarta Capai 25 Persen dari Sasaran

Dia menduga, sang bayi saat lahir tidak menangis karena hidung bayi tersebut tersumbat dan kondisi sang bayi memburuk akibat telah meminum air ketuban ibunya. HALAMAN SELANJUTNYA>>





Bagikan :

Publisher : Apriandi

Lihat Juga

Pasien COVID-19 di Babel Tersisa 84 Orang

Pangkalpinang, KoranSN Satgas Penanganan COVID-19 Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menyatakan pasien COVID-19 tersisa 84 orang …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!