Dipaksa Ngaku Perkosa Bidan ‘YL’, Haris Dianiaya dengan Mata Tertutup

Haris Mail saat menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Bhayangkara Palembang. (foto-dedy/koransn/ist)

Palembang, KoranSN

Haris Mail (25), warga Pemulutan Barat Ogan Ilir (OI) menjadi korban penculikan oleh sejumlah orang tak dikenal. Haris dianiaya di dalam mobil dengan mata tertutup dan disuruh mengaku sebagai pelaku pemerkosa bidan desa ‘YL’ di OI.

Akibat kejadian tersebut, Haris mengalami luka lebam di wajahnya dan kini masih dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara Palembang.

Kapolda Sumsel, Irjen Pol Zulkarnain Adinegara, Minggu (24/2/2019) mengatakan, pada hari Kamis lalu (21/2/2019) sekitar pukul 20.30 WIB, korban Haris Mail ditemukan warga tergeletak di pinggir jalan di kawasan Rambut Banyuasin. Saat ditemukan, mata korban dilakban dan wajahnya terdapat luka lebam bekas penganiyaan. Setelah itu korban dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara guna menjalani perawatan medis.

“Dari keterangan Haris ini, awalnya dia dihampiri sejumlah orang yang mengendarai mobil dan sepeda motor di kawasan Pemulutan. Kemudian korban Haris dimasukan ke dalam mobil dan dibawa berjalan. Saat di dalam mobil inilah korban diajukan pertanyaan agar mengaku sebagai pelaku pemerkosa bidan desa ‘YL’, jadi koban dipaksa ngaku,” ungkap Kapolda.

Baca Juga :   Jual Miras ke Siswa SMA, Warga Sukabangun II Dibekuk Polda Sumsel

Masih dikatakannya, karena saat kejadian korban Haris yang mengaku tidak melakukan perbuataan pemerkosaan tersebut, lantas korban dianiaya lalu diturunkan di kawasan Rambutan Banyuasin.

“Kami sudah memeriksa dan mengambil keterangan dari Haris untuk menanyakan pelakunya, namun yang bersangkutan tidak kenal pelakunya. Sebab saat kejadian hingga diturunkan dari mobil, mata korban ditutup dengan lakban,” ujarnya.

Hanya saja dari pengakuan korban Haris lanjut Kapolda, ketika matanya ditutup dan dibawa pelaku dengan mobil, memang ada diantara pelaku yang mengaku sebagai oknum anggota polisi Polda Sumsel.

“Katanya (Haris), yang menganiaya dia diuga oknum polisi Polda Sumsel. Dan kalau saya secara pribadi menilai, tentang nangkap-nangkap itu kan biasanya polisi. Jadi bisa saja diduga oknum polisi. Sebab, kalau preman tidak pernah nangkap. Walaupun demikian bisa juga kalau ada diduga keluarga si bidan yang dongkol,” jelasnya.

Menurut Kapolda, kasus penganiayaan korban Haris tersebut saat ini masih dalam penyelidikan pihaknya untuk mengungkap para pelaku yang telah menganiaya korban.

“Meskipun saat ini belum diungkap pelakunya, tapi korban mengatakan jika pelaku itu diduga polisi Polda Sumsel. Dari itulah ini merupakan aib kami, dan saya selaku Kapolda akan menyelidikinya. Sebab, polisi tidak boleh dalam ungkap kasus melakukan tindakan seperti itu (menganiaya), itu namanya naif,” tegas Kapolda.

Baca Juga :   Ditangkap Polisi, Warga Prabumulih Utara Buang Paket Sabu

Lebih jauh dijelaskan Kapolda, dalam pengungkapkan suatu kasus dan menangkap pelakunya, sudah seharusnya pihak kepolisian melakukan penyelidikan secara yuridis dan ilmiah dengan menurunkan Tim Labfor Forensik.

“Sebab hasil Labfor Forensik merupakan barang bukti yang tidak terbantahkan. Jadi dalam pengungkapan dan penangkapan pelaku kejahatan, polisi harus menegakan hukum secara yuridis, teknis dan etis. Tidak boleh dengan melakukan dugaan penganiayaan seperti ini. Sedangkan untuk korban Haris saat ini yang bersangkutan masih dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara,” tandas Kapolda.

Sementara Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumsel, Kombes Pol Yustam Alpiani mengutarakan, jika pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait kasus penganiayaan korban Haris tersebut.

“Belum tahu siapa yang menganiaya korban, dan kami masih lidik,” pungkasnya. (ded)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Sosialisasi Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Republik Indonesia

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Penyidik Temukan Fakta Baru Kasus Kebakaran Kejagung

Jakarta, KoranSN Penyidik menemukan fakta baru bahwa nama perusahaan cleaning service PT APM dipinjam oleh …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.