Dipanggil Kemenag Sumsel, Abu Tours Ngotot Minta Tambah Biaya Umroh



Suasana calon jamaah umroh ketika menunggu pihak Abu Tours Cabang Palembang yang hingga sore hari tak kunjung datang, beberaapa waktu yang lalu. (foto-dok/dedy/koransn.com)

Palembang, KoranSN

Kantor Wilayah (Kanwil) Kementrian Agama (Kemenag) Sumsel, Kamis (7/3/2018) memanggil pihak Abu Tours. Pemanggilan dilakukan
untuk membahas nasib ribuan calon jamaah asal Sumsel yang belum diberangkatkan umroh oleh Kantor Abu Tours Cabang Palembang.

Dalam pertemuan tersebut dipimpin langsung Kepala Kanwil Kemenag Sumsel, M Alfajri Zabidi, perwakilan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sumsel, pejabat Polda Sumsel dan dua orang perwakilan dari Abu Tours pusat.

Pertemuan tersebut sempat berlangsung panas, lantaran salah satu orang perwakilan Abu Tour mencoba untuk kabur, meski dipaksa kembali masuk ke ruangan oleh petugas keamanan.

Hasil dari pertemuan tersebut, pihak Abu Tour masih ngotot minta dana tambahan ke calon jamaah sebesar Rp 5 juta hingga Rp 15 juta, apabila para calon jamaah ingin diberangkatkan secepatnya.

Kepala Kanwil Kemenag Sumsel, M Alfajri Zabidi mengatakan, bahwa pihak Abu Tours menolak menandatangani nota kesepahaman yang sudah disepakati awal.

Ia mengatakan, penolakan tersebut, pada isi kesepakatan poin kedua yang berisikan, Abu Tour berkomitmen untuk tetap memberangkatkan jamaah, baik jamaah bersedia ataupun tidak menambah biaya. Tidak ada keharusan dari jamaah untuk menambah biaya dari yang sudah disepakati awal.

“Selain menolak kesepakatan, pihak Abu Tour yang diwakili saudara Andi Akbar ini malah menuliskan kalimat baru untuk menggantikan poin kedua itu. Dari kalimat itu, tertulis Abu Tours tetap meminta tambahan kepada jemaah. Tentu usulan kalimat saudara Andi Akbar kita tolak, karena merugikan jemaah,” ungkap Zabidi.

Dari itu, Zabidi merasa geram. Lantaran, ia menilai, Andi Akbar selaku perwakilan Abu Tours terkesan tidak menghormati pertemuan dan hasil kesepakatan awal.

“Ya, silakan saja tidak mau tandatangan, Abu Tours kan memang ilegal di Sumsel. Padahal, surat itu hasil yang sudah kita sepakati bersama. Kan dia (Andi Akbar-red) sendiri tadi yang bilang Abu Tours tidak mengharuskan menambah biaya, kan itu artinya sukarela. Tapi kenapa masih mau minta tambahan lagi, sampai dua puluh juta begitu,” jelasnya.

Ia menambahkan, pihak Kemenag Sumsel menyesalkan sikap Abu Tours yang dinilai tidak kooperatif dan tidak berkomitmen dalam menyelesaikan masalah ribuan jemaah umroh asal Sumsel yang gagal berangkat.

Zabidi menilai, pihak Abu Tours semestinya mencari solusi tanpa merugikan para calon jamaah.

“Kami minta Abu Tours jangan beroperasi dan mencari jamaah lagi di Sumsel karena ilegal. Selebihnya, berangkatkan jamaah, jangan bebani lagi dan jangan tambah biaya lagi,” tegasnya.

Baca Juga :   Kebakaran Lahan Dekat Venue Dayung JSC, Dandim Palembang Turun Langsung Padamkan Api

Sementara, perwakilan pihak Abu Tours, Andi Akbar mengatakan, pihaknya tetap akan memberangkatkan calon jamaah umroh sesuai jadwal. Hanya saja, keberanian diprioritaskan bagi calon jamaah yang bersedia mengikuti maklumat dengan membayar dana tambahan mulai Rp 5 juta hingga Rp 15 juta per orang.

Ia melanjutkan, sedangkan untuk calon jamaah umroh yang tidak mau menambah uang akan diberangkatkan mulai Oktober 2018 mendatang.

“Saya ini staf biasa, jangan sampai nanti ada kesalahan kalau saya tandatangan. Saya hanya menyampaikan saja apa yang disampaikan pimpinan,” ujar Andi Akbar.

Andi Akbar mengatakan, Abu Tours akan tetap memberangkatkan calon jamaah umroh yang sempat tertunda. Pada tahap pertama, sebanyak 50 calon jamaah asal Sumsel akan berangkat pada, Kamis (8/3/2018). kemudian, disusul beberapa kloter lainnya pada bulan ini.

“Ada 50 orang ke Jakarta dulu, tapi mereka yang mengikuti maklumat, ada nambah Rp 5 juta sampai Rp 15 juta. Sedangkan yang tidak mengikuti maklumat, kita berangkatkan mulai Oktober tahun ini, tapi disesuaikan regulasi Kemenag. Untuk bulan ini, ada 400 calon jamaah asal Sumsel yang akan kita berangkatkan,” pungkasnya. (rgn)







Publisher : Awid Durrohman

Lihat Juga

Klinik Lapas Kelas I Palembang Raih Akreditasi Paripurna

Palembang, KoranSN Klinik Pratama Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Palembang (Lapas Merah Mata) torehkan prestasi membanggakan …

error: Content is protected !!