Diperbaiki Enam Bulan Lalu, Jalan di Gandus Kembali Amblas dan Miring

Sejumlah pengendara yang ekstra hati-hati melewati jalan yang miring akibat amblas di Jalan Lettu Karim Kadir Kecamatan Gandus. (foto-reigan/koransn.com)

Palembang, KoranSN

Baru selesai diperbaiki enam bulan lalu, sejumlah ruas Jalan Lettu Karim Kadir yang berada di Kecamatan Gandus kembali amblas, akibatnya jalan pun menjadi miring. Sehingga, pengendara yang melintas harus ekstra berhati-hati lantaran kemiringan badan jalan cukup curam dengan panjang sekitar tiga meter.

“Mungkin baru enam bulan lalu jalan ini diperbaiki, tapi sudah amblas dan jalannya miring. Bentuk jalan seperti dinding saja yang memang sangat miring. Jadi jalan kami ini semakin hari semakin miring,” ungkap Yansyah, warga sekitar, ditemui, Kamis (21/9/2017).

Disisi lain, Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang yang mengklaim jalan rusak di wilayah Palembang sudah atau sedang diperbaiki.

Kepala Dinas PUPR Kota Palembang, Ir Saiful mengatakan, dari 1200 Km jalan yang ada di Kota Palembang, yang menjadi kewenangan Dinas PUPR, sepanjang 781 kilometer (Km). Dari jumlah itu, 30 persen kondisinya rusak ringan hingga berat. Rusaknya jalan diakibatkan kendaraan bertonase berat yang sering melintasi jalan tersebut.

Baca Juga :   Herman Deru: Percha Anak Patuh Kepada Agama & Orang Tua, Keluarga Besar Tabah dan Ikhlas

“Sepanjang 2017 hingga kini, lebih dari separuh jalan yang rusak tersebut telah diperbaiki. Dari 30 persen jalan yang rusak, sekarang ini progress perbaikan sudah mencapai 63 persen,” katanya.

Menurut Saiful, Jalan Lettu Karim Kadir memiliki panjang 3 Km, dari jumlah itu, diperkirakan kerusakan parah sekitar 50 meter yang tersebar di sejumlah titik.

Ia mengaku, pemerintah masih kekurangan dana untuk memperbaiki jalan di Gandus secara keseluruhan. “Kalau ditimbun tanpa dikeruk terlebih dahulu, hasil perbaikan tidak akan bertahan lama. Jalan tersebut memang belum selesai diperbaiki karena masih menunggu DAK turun tahun depan, selanjutnya baru akan diperbaiki,” ungkapnya.

Ia menuturkan, sementara ini pihaknya memprioritaskan perbaikan jalan alternatif. Sebab, di tengah kondisi jalan utama macet karena pembangunan, masyarakat lebih banyak menggunakan jalan alternatif.

Baca Juga :   HMI Palembang Tuntut Wakil Ketua KPK Saut Situmorang Turun Jabatan

“Jalan dengan kondisi kerusakan parah memang mayoritas diakibatkan kendaraan bertonasi besar termasuk di jalan alternatif. Seperti jalan dengan kapasitas tonase 5 ton malah dilalui dengan kendaraan bertonase hingga 20 ton,” ujarnya.

“Hal ini memang tidak bisa kita pungkiri selalu terjadi, sehingga perbaikannya pun pastinya jika tidak benar malah jadi lebih parah lagi kerusakannya,” ujarnya lagi.

Terkait banyaknya bekas galian di wilayah Palembang yang mengakibatkan jalanan rusak, ia menuturkan, kerusakan jalan yang diakibatkan penggalian pipa, meskipun dilakukan di jalan kota, hal itu bukan menjadi tanggung jawab Dinas PUPR. Pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak perusahaan dan kontraktor yang mengerjakan penggalian.

“Ini tidak bisa dihambat karena untuk kebaikan masyarakat kedepannya, mohon bersabar saja, nanti pasti diperbaiki oleh perusahaan yang menggali jalan hingga membuat jalan semakin sempit dan dikeluhkan banyak orang,” tandasnya. (rgn)



Publisher : Awid Durrohman

Lihat Juga

Rektor Yudha Gratiskan Biaya Masuk USS

Palembang, KoranSN Universitas Sumatera Selatan (USS) memberikan kesempatan kuliah di USS bersama ribuan mahasiswa lainnya. …

error: Content is protected !!