Diperiksa KPK, Anak Buah OC Kaligis Mengaku Hanya Disuruh

Yagari Bhastara Guntur saat dibawa ke ruang pemeriksaan KPK

 

Jakarta – Anak buah OC Kaligis, Yagari Bhastara Guntur atau Gerry telah ditetapkan sebagai tersangka pemberi suap terhadap tiga hakim PTUN Medan dan seorang panitera. Tak mau sendiri dibui, Gerry ‘bernyanyi’ di hadapan penyidik soal sumber uang suap.

Gerry adalah pengacara muda di kantor pengacara OC Kaligis. Dalam keterangannya kepada penyidik, Gerry menyebut OC Kaligis memang disewa Pemprov Sumatera Utara untuk mengurus gugatan PTUN terkait penyelidikan dugaan korupsi dana Bansos Pemprov Sumut yang tengah digarap Kejati Sumut.

Informasi yang didapat, kepada penyidik, Gerry mengaku hanya sebagai pesuruh. Ada orang lain di atas dia yang jauh lebih tahu soal praktik suap ini.

Baca Juga :   Abraham Samad: KPK Tak Butuh Dewan Pengawas!

“Kemungkinan ada tersangka-tersangka lain, ini baru pemeriksaan awal. Ada sejumlah pengakuan yang disampaikan oleh terperiksa yang sekarang sudah jadi tersangka,  pengakuan ada di penyidik belum disampaikan ke saya,” kata Plt Pimpinan KPK, Johan Budi di kantornya, Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Jumat (10/7/2015).

Gerry memberikan uang suap senilai USD 15 ribu dan 5 ribu dollar Singapura. Kini, KPK tengah mengejar sumber dana yang diserahkan Gerry.

“Ini baru 24 jam, jadi semua itu akan kita dalami tapi dari rangkai permasalahan ada gugatan ke PTUN dan ada dugaan pengelolaan keuangan daerah ini akan didalami secara menyeluruh,” jelas Wakil Ketua KPK, Zulkarnain.

Baca Juga :   Korban Meninggal Gempa Lombok Bertambah Jadi 131 Orang

(Hbb/faj)

Publisher : Ferdin Ferdin

Avatar
Pewarta Harian Suara Nusantara, www.koransn.com, Mingguan Suara Negeriku.

Lihat Juga

Moeldoko Sebut Gerakan KAMI Sekumpulan Kepentingan

Jakarta, KoranSN Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menilai gerakan Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) merupakan bentuk …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.