Dipukuli Wanita Tomboy, Pemilik Warung Pempek Lapor Polisi

Tampak Korban saat melapor di SPK Terpadu Polresta Palembang, Senin (27/11/2017). (foto-deni/koransn.com)

Palembang, KoranSN

Naas apa yang menimpah Intan Permatasari (23), Ibu anak satu yang tinggal di Lorong Tangga Raja Laut Kelurahan 7 Ulu Kecamatan SU I Palembang ini.

Pasalnya, Senin kemarin (27/11/2017) dirinya harus mengalami memar-memar dan luka lebam ditubuhnya setelah diduga dipukuli oleh ‘EK’ (25), wanita bergaya seperti laki-laki (tomboy) yang datang ke warungnya di Pasar 4 Ulu Kecamatan SU I Palembang.

Tak terima dengan perbuatan ‘EK’ tersebut, Ibu Rumah Tangga (IRT) langsung melaporkan ‘EK’ ke SPK Terpadu Polresta Palembang.

Saat membuat pengaduan, Intan menjelaskan, aksi pemukulan yang dialaminya terjadi di warung pempek miliknya saat terlapor datang untuk makan pempek diwarungnya.

“Setelah makan, terlapor ini menghidupkan rokok Pak!. karena saya memiliki anak kecil, jadi saya tegur terlapor untuk tidak merokok diwarung saya, demi menjaga kesehatan bayi saya,” katanya.

Namun, dilanjutkan Intan, mungkin karena merasa tidak senang sudah ditegur, terlapor langsung naik pitam dan masuk kedalam warungnya, langsung menarik dirinya keluar, dan memukulinya dengan menggunakan tangan kosong secara berulang kali.

Baca Juga :   KPK Limpahkan Berkas Bupati Probolinggo dan Suaminya ke Pengadilan

“Terlapor itu wanita, tapi gayanya seperti laki-laki. Untung saja ada warga sekitar yang melerai kami. Hingga terlapor ini langsung pergi begitu saja. Saya tidak terima dengan perbuatannya, saya minta polisi bisa segera menangkapnya,” terang korban.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Palembang, Kompol Yon Edi Winara melalui KA SPK Terpadu, Ipda Abdul Wahab mengatakan, pihaknya sudah menerima laporan korban dan akan segera ditindaklanjuti. “Laporan korban akan kita limpahkan ke Satreskrim untuk diproses,” tandasnya. (den)



Publisher : Awid Durrohman

Lihat Juga

KPK Dalami Aliran Uang Suap Gubernur Maluku Utara

Jakarta, KoranSN Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kini sedang mendalami aliran uang suap yang diterima …

error: Content is protected !!