Dirut PT ICM Diperiksa Sebagai Tersangka



T Triyanto SH CN. (foto-deni/koransn.com)

Palembang, KoranSN

Aparat kepolisian Sat Reskrim Unit Pidana Khusus (Pidsus) Polresta Palembang, Kamis (25/1) melakukan pemeriksaan terhadap tersangka Gunawati Koko Thamrin (50), yang merupakan Direktur Utama (Dirut) PT Indo Citra Mulia (ICM).
Gunawati yang tercatat sebagai warga Jalan Bangau Kelurahan Duku Kecamatan IT II Palembang ini, akhirnya menjalani pemeriksaan sebagai tersangka, setelah sebelumnya sempat dua kali mangkir dari panggilan penyidik yakni, pada hari Jumat 29 Desember 2017 lalu dan Senin 22 Januari 2018.

Pantauan di lapangan, Gunawati menjalani pemeriksaan secara tertutup di ruangan penyidik Pidsus Polresta Palembang.

Kasat Reskrim Palembang, Kompol Yon Edi Winara didampingi Kanit Pidsus, Ipda Hary Dinar mengatakan, tersangka dipanggil untuk menjalani pemeriksaan setelah melakukan dugaan tindak pidana penggunaan bangunan gedung pada pembangunan Hotel Ibis Palembang di Jalan Letkol Iskandar Palembang, yang diduga tidak memenuhi ketentuan dalam undang-undang. Sehingga berakibat terjadinya tanah longsor dan dinding retak di lahan bangunan yang ada di sebelah pembangunan hotel tersebut.

Baca Juga :   5 Saksi Diperiksa Terkait Mantan Pejabat Mengamuk di Ruang Tunggu Bupati

“Memang pemeriksaan masih tetap berjalan. Yang pasti, jika ancaman hukumannya di bawah lima tahun, tidak dilakukan penahanan. Namun jika diperlukan sewaktu-waktu, beliau (Gunawati) harus hadir. Kini kami masih terus melengkapi berkas perkaranya. Dalam perkara ini Dirut PT ICM diduga melanggar Pasal 46 (1), Undang-Undang No 28 tahun 2002 tentang bangunan gedung,” tegas Kasat.

Sementara T Triayanto SH CN yang merupakan kuasa hukum Gunawati menyangkal jika ada surat pemanggilan kedua dari penyidik untuk kliennya.

“Tolong dicacat, klien saya tidak mangkir dari panggilan penyidik. Jadi begini ini perlu diluruskan, kami menerima panggilan pada tanggal (27/12/2017) kemarin untuk menjalani pemeriksaan pada tanggal (29/12/2017). Saat itu kebetulan akhir tahun, dan saat itu juga klien saya kebetulan sedang berada di luar negeri untuk liburan, jadi kami bukannya mangkir dari panggilan penyidik,” jelas T Triayanto SH CN.

Baca Juga :   Sadis! Hanya Permasalahan Rp 5 ribu Cucu di Sentosa Habisi Nyawa Nenek Kandung Sendiri

Dijelaskannya, ketika pulang dari luar negeri pihaknya langsung melaporkan diri ke kepolisian untuk menyusun rencana kapan kliennya bisa diperiksa.

“Makanya, hari ini (kemarin), klien saya memenuhi panggilan untuk diperiksa,” katanya.

Menurutnya, penyidik melontarkan 44 pertanyaan kepada kliennya dan semuanya dijawab.

“Penyidik menanyakan masalah perizinan dan pembangunan, dan semua itu sudah sesuai dalam prosedur dan izinnya semua. Kedepannya, pihaknya akan mengikuti semua proses hukum yang sedang dijalani,” terangnya.

Ketika disinggung apakah kliennya ditahan atau tidak, T Triayanto SH CN menjelaskan, jika tersangka tidak ditahan, karena sangkaan terhadap kliennya tersebut ancaman hukumannya dibawa lima tahun.

“Selain itu juga, kenapa klien saya tidak ditahan, lantaran kita cukup kooperatif dalam menghadapi pemeriksaan,” terangnya.
(den)







Publisher : Awid Durrohman

Lihat Juga

Diduga Korsleting Listrik, Dua Rumah dan Bedeng Terbakar

Palembang, KoranSN Diduga korsleting listrik, dua unit rumah dan dua bedeng semi permanen ludes terbakar …

error: Content is protected !!