Disaat Aksi Begal Disela Operasi Kepolisian

Korban Miladul Hati (terbaring) ketika mendapatkan pertolongan medis di RS Bhayangkara Palembang. (Foto-Dedy/Dok/Koransn)

OPERASI atau razia yang belakangan ini genjar dilakukan pihak kepolisian seperti, Operasi Sapu Jagat dengan sasaran pemilik senjata api, Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) dengan sasaran para pelaku kejahatan jalanan termasuk begal hingga Operasi Permanisme, sepertinya tidak menyurutkan pelaku begal melancarkan aksinya.

Mungkin, pelaku begal motor kini mulai pintar mencari celah disaat polisi lengah. Dari itulah, sebagai masyarakat harusnya bisa mejadi polisi bagi diri sendiri dengan lebih berhati-hati saat mengendarai sepeda motor di malam hari dan di tempat yang sepi.

Aksi begal sangat mengahantui masyarakat. Sebab, para pelakunya tidak segan melukai para korbannya saat mereka merampas sepeda motor ataupun barang berharga milik korban.

Begal, sepertinya terus dan terus selalu ada atau bisa dikatakan tidak akan ada habis-habisnya walaupun pihak kepolisian terus berupaya memberantasnya. Bahkan tidak sedikit, para pelakunya harus merasakan terjangan timah panas petugas lantaran melakukan perlawanan saat akan dilakukan penangkapan.

Selain upaya yang dilakukan pihak kepolisian, diharapkan juga ada peran serta masyarakat untuk bersama-sama memberantas aksi kejahatan jalanan tersebut, atau setidaknya dengan mengantisipasi agar para pelaku tidak lagi melancarkan aksi kejahatan.

Apalagi, tidak sedikit pelaku begal ini berusia di bawah umur. Mereka melakukan aksi kejahatan mulai dari hanya ikut-ikutan, hingga butuh uang agar dapat membeli Miras ataupun Narkoba, sungguh miris melihatnya.

Oleh karena itu, peran keluarga sangatlah penting untuk mencegah anak-anak remaja melakukan aksi kejahatan ini. Orang tua harus mengawasi pergaulan anak-anaknya agar jangan sampai salah jalan dan pergaulan.

Baca Juga :   Mengapa Tak Ada Takutnya Korupsi?

Seperti diketahui, dua pelaku begal beraksi di pagi hari tepatnya Kamis (23/11) sekitar pukul 05.10 WIB di Jalan Mayor Salim Batubara Palembang. Adapun korbannya yakni, Miladul Hati (32), Ibu Rumah Tangga (IRT) yang tinggal di Jalan Sukawinatan RT 036 RW 010 Kelurahan Sukajaya Kecamatan Sukarami Palembang.

Korban harus kehilangan sepeda motor jenis matik kesayangannya usai dirampas pelaku begal. Bukan hanya itu, korban pun terpaksa dilarikan dilarikan ke Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Palembang lantaran terluka usai diserang oleh dua pelaku begal.

Usai kejadian, Wancik (46), paman dari korban Miladul Hati mendatangi SPK Terpadu Polresta Palembang untuk mewakili keponakannya membuat laporan ke pihak kepolisian terkait peristiwa yang menimpa korban.

Dikatakan Wancik, aksi pembegalan yang dialami keponakannya terjadi saat korban hendak berangkat ke pasar menggunakan sepeda motor. Namun, saat melintasi lokasi kejadian, tiba-tiba datang dua pelaku begal berboncengan sepeda motor dan langsung memepet sepeda motor yang dikendarai keponakannya.

Diungkapkannya, menurut cerita korban kepadanya jika disaat kedua pelaku begal mencoba merampas sepeda motor, korban sempat melawan untuk mempertahankan sepeda motor tersebut. Sehingga hal itu membuat salah satu pelaku yang tengah dibonceng geram dan langsung mengeluarkan pisau.

“Pelaku ini langsung menikamkan pisau ke arah kepala keponakan saya yang saat kejadian sedang tidak mengenakan helm. Kalau tidak salah, korban mengalami luka di bagian kanan atas kepala,” jelas Wancik saat melaporkan kejadian yang menimpa korban tersebut ke aparat berwajib.

Baca Juga :   Makin Banyak Jalan Rusak, Bagaimana Ini?

Dilanjutkan Wancik, seusai pelaku begal merampas sepeda motor, kemudian pelaku melarikan diri. Sementara korban terkapar di pinggir jalan, tak lama kemudian korban diselamatkan warga sekitar yang kebetulan melintasi lokasi dan korban pun langsung dilarikan ke rumah sakit guna mendapatkan perawatan medis.

“Tak hanya harus merugi hingga jutaan rupiah karena sepeda motor dibawa kabur pelaku, namun korban juga harus mengalami luka dan masuk rumah sakit. Tolong, kalau bisa pelakunya cepat segera ditangkap, saya tak terima keponakan saya seperti ini,” harapnya.

Kasat Reskrim Polresta Palembang, Kompol Yon Edi Winara melalui KA SPK Terpadu, Ipda Bambang membenarkan adanya laporan tindak kejahatan jalanan dalam bentuk Curas tersebut.

“Kita sudah mendatangi lokasi kejadian, kasus ini segera kita limpahkan ke Unit Sat Reskrim untuk di tindaklanjuti. Doakan saja pelakunya cepat tertangkap,” ujarnya.

Sedangkan Kapolresta Palembang, Kombes Pol Wahyu Bintono Hari Bawano mengatakan, untuk memberantas kejahatan jalanan seperti 3C, pihaknya kini sedang melakukan Operasi Pekat Musi.

“Kita melakukan razia ini, untuk meberantas atau mencegah pelaku kejahatan jalanan seperti 3C serta peredaran narkoba di Palembang. Ini bertujuan untuk menutup atau mengurangi ruang gerak para pelaku kejahatan yang akan melakukan aksinya,” jelas Kapolresta.

Masih dikatakannya, selain untuk memberikan kenyamanan bagi masyarakat, Operasi Pekat Musi juga bertujuan untuk menjaga keamanan menjelang perayaan Natal dan tahun baru di Palembang, termasuk untuk mengamankan Asian Games 2018 mendatang. (Dedy Suhendra)



Publisher : Apriandi

Lihat Juga

Kapal Pengangkut Batubara Tabrak Plaza Dermaga 7 Ulu

Palembang, KoranSN Sebuah kapal tongkang pengangkut batubara menabrak Plaza Dermaga 7 Ulu, Kota Palembang, menyebabkan …

error: Content is protected !!