Disdikpora : Kabupaten Cianjur Terancam Krisis Guru ASN



Guru honorer mendominasi status tenaga pendidik di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat yang sejak beberapa tahun terakhir mengalami krisis guru berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN). (Foto-Antara)

Cianjur, KoranSN

Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, mencatat butuh waktu sekitar 10 tahun agar seluruh tenaga guru honorer diangkat menjadi ASN, sehingga Cianjur terancam krisis guru berstatus ASN mulai tahun depan.

Plt Kepala Disdikpora Cianjur, Ruhli di Cianjur Kamis (30/11/2023) mengatakan jumlah guru SD saat ini sekitar 11.510 orang dengan status ASN sebanyak 4.350 dan selebihnya tenaga honorer, sedangkan setiap tahunnya ada ratusan guru berstatus ASN masuk masa pensiun.

Baca Juga :   Menaker-Dubes RI Bahas Potensi Kerja Sama Ketenagakerjaan dengan Laos

“Untuk tingkatan SMP dari 4.865 orang guru yang berstatus ASN sebanyak 2.357 dan sisanya tenaga honorer, sehingga Cianjur krisis guru yang idealnya untuk SD ada 13.500 guru dan SMP sebanyak 5.250 guru, sedangkan yang berstatus ASN saat ini yang terisi hanya 40 persen termasuk PPPK,” katanya.

Krisis tersebut diperparah dengan masuknya masa pensiun sebanyak 400 guru sepanjang tahun 2023 dan tahun depan diperkirakan sekitar 600 guru yang pensiun. Tahun sebelumnya 2022 sekitar 700 guru yang pensiun, sehingga banyaknya guru honorer masih belum sebanding dengan kebutuhan maksimal. HALAMAN SELANJUTNYA>>

Baca Juga :   8.056 Warga Lanjut Usia di Bangka Tengah Sudah Divaksin



Publisher : Apriandi

Lihat Juga

Wapres Tekankan Pentingnya Kerja Sama Sosial Budaya RI-Selandia Baru

Wellington, Selandia Baru, KoranSN Wakil Presiden Ma’ruf Amin menekankan perlunya Indonesia dan Selandia Baru saling …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!