Disfungsi Ereksi Bisa Jadi Gejala Penyakit Jantung





Ilustrasi.
Ilustrasi.

Disfungsi ereksi atau DE sering menjadi kasus tersembunyi. Mereka yang menderita DE biasanya berobat, namun tidak mau terus terang terhadap penyakit yang dialami, karena efek denial atau tidak berani menerima kenyataan hingga merasa malu.

Masih merasa malu mengakui mengalami disfungsi ereksi? Sebaiknya dipikir ulang. Karena ternyata, disfungsi ereksi bisa menjadi prediktor yang baik terhadap penyakit berbahaya lainnya. Hal tersebut disampaikan oleh dr. Nouval Shahab, Sp.U, PhD.

“Setelah diteliti, disfungsi ereksi bisa jadi prediktor yang baik terhadap penyakit dengan mortalitas tinggi seperti jantung koroner,” ujarnya.

Baca Juga :   Kasus COVID-19 Lampung Bertambah 85 Orang Sehingga Total 17.911 Kasus

Nouval menjelaskan, orang yang mengalami disfungsi ereksi setelah tiga tahun bisa dideteksi bahwa dirinya menderita penyakit jantung. Sementara penyakit diabetes justru bisa menjadi penyebab DE.

Untuk orang dengan diabetes, sistemik gula darah tinggi, pembuluh darah banyak mengalami gangguan, sehingga semakin lama aliran darah semakin bermasalah, yang pada akhirnya dapat menyebabkan disfungsi ereksi.

Nouval menyarankan untuk tidak malu memeriksakan diri demi kelangsungan kehidupan, baik kehidupan berumah tangga hingga masalah terkait produktivitas. (Viva.co.id)

Publisher : Anton Wijaya

Lihat Juga

Anies: DKI Proaktif Deteksi Dini Antisipasi Gelombang Tiga COVID-19

Jakarta, KoranSN Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyebutkan bahwa Pemerintah Provinsi DKI Jakarta proaktif mendeteksi …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.