Dishub Banyuasin Bantu Mediasi Penambang Pasir Vs Warga

Tampak Kadishub Banyuasin Ir dan supriadi menerima demostran. (foto-siryanto/koransn.com)

Banyuasin, KoranSN

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Banyuasin Supriadi, menjadi mediator permasalahan warga dengan para penambang pasir tradisional di Desa Lebung Kecamatan Rantau Banyur yang merusak akses jalan warga, Rabu (26/7/2017).

Para penambang pasir dan perwakilan demonstran akhirnya menemukan kesepakatan untuk memortal jalan tersebut untuk ditarikiuran pemeliharaan jalan.

Sebelumnya, Gabungan Pemuda Masyarakat Banyuasin Menggugat (GPMBM) bersama warga Desa Lebong berunjuk rasa di depan kantor Dinas Perhubungan Kabupaten Banyuasin. Mereka menuntut agar angkutan pasir tidak melintasi jalan Desa Lebung yang

menghubungkan dua kecamatan, yaitu Kecamatan Rantau Bayur dan Kecamatan Banyuasin III.

Tak lama berselang Kadishub Banyuasin Supriadi, langsung menemui para pendemo dan mengajak beberapa perwakilan pendemo bersama Kepala Desa Lebung untuk mediasi mencari solusi permasalahan.

“Tadi kita sudah lakukan mediasi, dan hasilnya di sepakati bahwa kendaraan yang melintas di jalan desa itu, tidak boleh diatas lima kubik. Pengawasannya dilakukan bersama. Kalau muatannya lebih Jangan di kasih lewat,” ujar Kadishub.

Baca Juga :   Tabrakan Maut Bus Juwita vs Truk Batubara, 4 Penumpang Tewas
Para penambang pasir dan perwakilan warga rapat mediasi di ruang rapat kantor dishub.

Selanjutnya kata Supriadi, mediasi ini akan di rapatkan kembali di kantor Desa Lebung, antara warga, kepala desa dan pihak kecamatan serta pemerintah terkait lainnya.

“Akan ada rapat pertemuan selanjutnya antara warga dan pihak kepala desa dan Kecamatan guna penyelesaian masalah tersebut,” jelas Supriadi.

Sementara itu, Indo Sapri sebagai koordinator lapangan GPMBM dalam aksi itu, menyampaikan jalan Lebung ke Lubuk Rengas hancur lebih kurang tiga kilo meter yang di sebabkan oleh angkutan pasir.

“Sekarang sudah secara masif dan terorganisir dan ini akan ada dampak lingkungan yang luar biasa terutama abrasi dan jalan hancur. Mungkin sekarang belum, tahun akan datang pasti mengalami penurunan tanah atau abrasi,” tukasnya.

Baca Juga :   Heboh, Ular Sanca Masuk Perkampungan

Salah seorang penambang pasir Akmal mengatakan, penambang pasir sudah 30 tahun ada di sini, baru kali ini ada demo karenajalan rusak. Selama ini tidak ada yang protes, baru-baru ini saja.

“Kerusakan jalan hanya baru-baru ini terjadi, itu disebabkan oleh karena curah hujan yang sangat tinggi,” ujarnya berpendapat. Demo warga Lebung berakhir dengan tertib dan dikawal puluhan aparat kepolisian dari Polres Banyuasin. (sir)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Sosialisasi Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Republik Indonesia

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Tuntaskan Pembangunan Jembatan Ogan IV yang Sempat Mangkrak

Baturaja, KoranSN Komitmen Gubernur Sumsel H Herman Deru untuk menyelesaikan sejumlah proyek fisik yang tak …